Hidup Lagi Lokomotif Tahun 1953-1991 Siap Ramaikan Jalur Pantura

0
18

AEOMedia.com, Jakarta – Menilik sejarah kereta api pertama kali ada di Indonesia, dimulai dari pencangkulan pertama jalur kereta apinya ada di daerah Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta), yakni di desa Kamijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda yang menjabat kala itu Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele 17 Juni 1864.

Kini Lokomotif tahun 1953 – 1991 ‘hidup lagi’ dalam bentuk 1 unit lokomotif CC 201 yang baru saja diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Livery vintage ini dahulu digunakan KAI selama 38 tahun dari 1953 – 1991 dan pertama kali digunakan pada lokomotif diesel pertama di Indonesia yaitu CC 200. Livery ini digunakan sejak KAI masih bernama Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) sampai dengan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Peluncuran lokomotif CC 201 dengan livery vintage ini diresmikan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo di Balai Yasa Yogyakarta, Minggu (28/2/2021).

Baca :  Kecelakaan kereta api di Taiwan menewaskan 41 orang - AEOmedia

“Lokomotif dengan livery vintage ini merupakan bentuk adaptasi dan apresiasi KAI untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus wujud edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan perkeretaapian di Indonesia,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dalam keterangan resminya. Melalui livery vintage ini, KAI berharap bahwa masyarakat akan semakin mengenal perjalanan panjang perkeretaapian di Indonesia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap transportasi andalan masyarakat Indonesia ini. “Transportasi Kereta api sebagai salah satu moda yang sudah ada di Indonesia sejak 1864 harus terus kita jaga dan kembangkan. Mari bersama-sama membangun peradaban baru bagi masyarakat Indonesia dalam bertransportasi,” kata Didiek. Livery vintage tersebut saat ini KAI aplikasikan pada Lokomotif CC 201 83 31 milik Dipo Semarang Poncol. Pengecatannya sendiri dilakukan di bengkel lokomotif milik KAI yaitu Balai Yasa Yogyakarta.

Baca :  Kereta Api Tergelincir di Dalam Terowongan, 34 Penumpang Tewas - AEOmedia

Lokomitif ini sempat diuji coba pada rangkaian KA Kahuripan dengan rute Kiaracondong – Kediri pada tanggal 23 Februari 2021 lalu. Hanya saja, penggunaan lokomotif livery vintage ini hanya pada lintas Lempuyangan – Purwosari, sebelum kembali lagi ke Balai Yasa. Nantinya, lokomotif ini akan digunakan untuk rangkaian kereta yang melintasi jalur pantai utara (Pantura). Lokomotif yang mampu melaju dengan kecepatan 120km/jam ini, memiliki 2 bogie dimana masing-masing bogie memiliki 3 gandar penggerak dengan total 6 motor traksi sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Adapun Lokomotif CC 201 diketahui memiliki berat 84 ton dan daya mesin 1950 hp.

Kembali hadirnya livery vintage di lokomotif ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dengan komunitas pecinta kereta api Semboyan Satoe Community dan Indonesian Railway Preservation Society. “Terima kasih atas respons KAI sehingga apa yang kami usulkan bisa terealisasi. KAI telah mampu membuktikan dalam rentang waktu yang cukup panjang sebagai moda transportasi berbasis rel yang andal dan paling diminati masyarakat luas,” ujar Ketua Semboyan Satoe Community Teguh Imam Santoso yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut.

Baca :  Tragis, Kereta Api di Taiwan Kecelakaan, 48 Orang Tewas - AEOmedia

Saat ini disinyalir dari laman resmi kai.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak perusahaan yakni PT Reska Multi Usaha (2003), PT Railink (2006), PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (2008), PT Kereta Api Pariwisata (2009), PT Kereta Api Logistik (2009), PT Kereta Api Properti Manajemen (2009), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here