BNI Bangun Strategi Ini untuk Dorong UMKM di Masa Pandemi

0
26

AEOMedia.com, Jakarta – BNI menurut sejarah merupakan Bank BUMN pertam yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya di tahun 1996. BNI banyak melakukan sejumlah aksi koorporasi, disinyalir dari laman resmi BNI.

Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak buruk bagi pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM). Padahal kontribusi UMKM pada perekonomian nasional mencapai 60,34 persen, berdasarkan data global findex.

Oleh sebab itu, dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah turut berfokus dalam mendorong peningkatan daya tahan UMKM.

Hal ini juga yang menjadi fokus PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai perusahaan pelat merah.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan, kondisi saat ini ada sebanyak 61 persen UMKM yang masih membutuhkan pendanaan. Bahkan, ada 27 persen UMKM yang tidak dapat lagi melakukan pembayaran pinjaman. Hanya 5 persen saja para pengusaha kecil yang bisa membayar bunga atau pokok pinjamannya.

Baca :  BNI Gaet SIG Kembangkan Solusi Digital Value Chain Terintegrasi - AEOmedia

Ia mengatakan, BNI pun berupaya berpartisipasi dalam membantu UMKM di Indonesia guna menopang pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi. Pihaknya melihat pembiayaan terhadap sektor UMKM masih perlu ditingkatkan kembali.
“Potensi pembiayaan UMKM di Indonesia masih tinggi, sebanyak 67 persen UMKM belum menerima pembiayaan,” ujar Sis Apik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).

Oleh karena itu, BNI memiliki sejumlah strategi sebagai salah satu motor penggerak program PEN, terutama dalam meningkatkan daya tahan UMKM di masa pandemi.

Strategi pertama, fase mitigasi dampak pandemi bagi debitur UMKM. BNI memberikan stimulus relaksasi restrukturisasi kredit terhadap 113.000 debitur UMKM.
Kedua, fase adaptasi digital. Ini dilakukan dengan memberikan bantuan dengan mendorong UMKM bertransformasi ke arah digital.

Baca :  Segera Tukar Kartu ATM Bersistem Chip, Apa Saja Untungnya? - AEOmedia

Serta ketiga, fase pemulihan giat UMKM bagi calon debitur UMKM BNI. Hal iini dilakukan dengan memberi bantuan dukungan tambahan modal kerja kepada 250.000 UMKM di Indonesia.

Di sisi lain, BNI juga telah memberikan bantuan subsidi bunga kepada mitra usaha terdampak Covid-19 senilai Rp 1,05 triliun kepada 305.00 debitur.

Kemudian melakukan penjaminan kredit sebesar Rp 3,034 triliun kepada 2.553 debitur. BNI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat ( KUR) sebanyak Rp 22 triliun sepanjang 2020.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI akan mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini,” pungkas Sis Apik.

Sekarang ini menurut situs BNI sendiri ada 60% saham-saham BNI dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedangkan 40% sisanya dimiliki oleh masyarakat, baik individu maupun institusi, domestik dan asing. BNI sudah tercatat sebagai Bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah perusahaan anak, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance. Luar biasa bukan?

Baca :  BNI Gaet SIG Kembangkan Solusi Digital Value Chain Terintegrasi - AEOmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here