Telah Mengakui Kesalahan dan Minta Maaf Pengendara Moge yang Ditendang Paspampers

0
24

AEOMedia.com, Jakarta – Pengendara Moge yang lolos pemeriksaan memang dinyatakan mealnggar, dan ketiganya sudah dikenai sanksi denda maksimal sebesar Rp250 ribu sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan Wali Kota Bogor terkait ganjil genap.

Rombongan pengendara motor gede (moge) yang telah meminta maaf kepada instansi terkait. Mereka sempat ditendang oleh Paspampres atas peristiwa itu.
Melalui akun Instagram @juniarwilliam17, salah seorang pengendara juga mengaku menyesali perbuatan tersebut.

“Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada instansi-instansi terkait atas kejadian di Jl. Veteran 3, saya menyesal dan untuk ke depannya tidak akan mengulangi hal tersebut. Semua video yang berhubungan dengan kejadian tersebut telah saya takedown untuk maksud yang baik. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” tulis dia di akun Instagram.

Permintaan maaf juga disampaikan salah seorang pengendara lainnya melalui akun Instagram @jetliwardana2. Dia menuliskan pernyataan yang sama dengan akun @juniarwilliam17.

Selain itu, dalam unggahannya, ia mengaku telah berkoordinasi untuk mediasi dengan pihak Paspampres dan disambut dengan baik.

“Gw dan rekan akan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf di depan media nasional Senin nanti. Doakan semuanya lancar mohon dukungan teman-teman semua,” tulis dia.

Sebelumnya, media sosial dipertontonkan video pengendara moge ditendang Paspampres pada Minggu (28/2). Video itu terjadi di Jalan Veteran dekat Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam video, para pengendara dicegah aparat. Salah seorang pengendara moge bahkan terjatuh saat diterjang seorang aparat.

Usai bersitegang dengan aparat, para pengendara moge meninggalkan lokasi. Salah seorang pengendara mengancam akan membuat viral kejadian itu.

Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf. Wisnu Herlambang membenarkan kejadian pengendara moge ditendang Paspampres. Wisnu berkata langkah itu dilakukan sebagai bentuk pengamanan instalasi VVIP.

Wisnu menyampaikan tindakan itu sudah sesuai aturan. Sebab para pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan.

“Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam,” kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (26/2).

“Kita kan tidak tahu dia mau menerobos mau apa, mau sabotase, mau apa. Jadi kita bentuk kewaspadaan karena kita tidak bisa menduga orang menerobos Ring 1 itu mau ngapain. Jadi, kita harus lumpuhkan,” tuturnya. Apa yang dilakukan karena sudah sesuai dengan petunjuk teknis. Syukurlah keadaan sudah membaik semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here