Hoax Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dikendalikan dari Jarak Jauh – AEOmedia

0
28
Jawapos

AEOmedia.com: Hoax Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dikendalikan dari Jarak Jauh, pada kesempatan kali ini AEOmedia.com akan membahas topik lain yaitu tentang Hoax Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dikendalikan dari Jarak Jauh, Kami merangkum informasi ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Hoax Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dikendalikan dari Jarak Jauh.

BEBERAPA hari terakhir, kabar palsu yang menumpang peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Makassar terus bermunculan. Misalnya, kemarin (31/3) muncul kabar bahwa bom tersebut dikendalikan dari jarak jauh. Bahkan, kabar yang menyebar dalam bentuk capture percakapan dari aplikasi WhatsApp itu menuding adanya keterlibatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

”Sandiwara rezim PKI dengan mengorbankan orang Islam. Persis yang terjadi di Surabaya tempo dulu. Korban disuruh antar barang di gereja. Sebelum masuk gereja, BOM diledakkan lewat remote kendali jarak jauh. PKI ingin mem-framing kepada publik bahwa Islam teroris.” Begitu penggalan narasi yang beredar.

Baca :  Banyak barang bukti FPI di terduga teroris, Kapolda Metro: Tentu akan jadi... - Viral & Trending - AEOmedia

Pesan tersebut juga menuliskan imbauan untuk waspada. Terlebih jika ada seseorang yang menyuruh mengirimkan barang ke gereja. Sebab, bisa jadi barang itu berupa bom dengan kendali jarak jauh (bit.do/LewatRemot).

Menyampaikan pesan agar lebih waspada memang baik. Namun, jika tidak berdasar dan cenderung ngawur, pesan tersebut akan menciptakan informasi yang menyesatkan. Contohnya, keterangan bahwa serangan bom di Surabaya dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control.

Kabar itu jelas ngawur dan tidak sesuai dengan fakta. Polisi telah mengidentifikasi bahwa peledak yang dibawa pelaku bom di Surabaya berbentuk ikat pinggang, bukan paket barang. Jelas praktiknya adalah bom bunuh diri.

Contohnya, saat pelaku meledakkan diri di area parkir GKI Diponegoro pada 13 Mei 2018. Saat itu polisi menemukan satu bom aktif yang masih menempel di paha salah seorang anak. Tim penjinak bahan peledak (jihandak) langsung melepaskan bom tersebut dari paha anak pelaku yang tewas. Anda dapat membacanya di bit.do/IkatPinggang.

Baca :  Salah Narasi soal Video Vaksinasi Covid-19 di Israel - AEOmedia

Sama halnya dengan ledakan bom di Gereja Katedral Makassar. Aksi itu murni bom bunuh diri. Bukan bom yang dikendalikan dari jarak jauh.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, bahan peledak yang digunakan tersangka L dan YSF itu didapat dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Bahan tersebut khusus disediakan JAD untuk melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

”JAD juga berperan membeli bahan yang akan digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri,” ungkap Sigit. Anda dapat melihatnya di bit.do/BunuhDiri.

Baca Juga: Senjata yang Digunakan Teroris di Mabes Polri Bukan Ranah Perbakin

FAKTA

Bom yang meledak di Surabaya pada 2018 dan Gereja Katedral Makassar pada 2021 dipastikan adalah bom bunuh diri. Bukan bom yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control.

Baca :  Vlog Pamit Pramugari Cebu Pacific Jadi Bahan Hoax Sriwijaya Air - AEOmedia

Saksikan video menarik berikut ini:

Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan pendapat anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas Hoax Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dikendalikan dari Jarak Jauh Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan gratisnya pengetahuan dari internet.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here