JS Prabowo: Beli kapal selam gak cukup modal donasi, rumit seperti bangun rumah ibadah minoritas – Viral & Trending – AEOmedia

  • Whatsapp
Ketua KIPP, Letjen (purn) Johannes Suryo Prabowo

AEOmedia.com | Berita Terkini : JS Prabowo: Beli kapal selam gak cukup modal donasi, rumit seperti bangun rumah ibadah minoritas – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang JS Prabowo: Beli kapal selam gak cukup modal donasi, rumit seperti bangun rumah ibadah minoritas – Viral & Trending, Kami merangkum informasi ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Kepala Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KIPP), Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo merespons soal donasi membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402 yang tenggelam di dasar laut Bali.

Menurut anak buah Prabowo Subianto membeli kapal selam itu bukan urusan yang gampang. Prosesnya rumit lho nggak bisa cuma modal donasi saja.

Pernyataan kawan dekat Prabowo Subianto ini menjadi perhatian di tengah munculnya donasi membeli kapal selam dari masyarakat yang diinisiasi oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Beli kapal selam sama rumitnya bangun rumah ibadah

Ketua KIPP, Letjen (purn) Johannes Suryo Prabowo. Foto Instagram @suryoprabowo2011

Purnawirawan jenderal bintang tiga, Johannes Suryo Prabowo mengatakan membeli kapal selam itu tak bisa mengandalkan hanya dari uang donasi lho. Dia mengatakan, prosesnya itu rumit.

“Bagi kita, membeli kapal selam itu tidak cukup hanya bermodalkan uang hasil donasi. Prosesnya rumit, sama rumitnya dengan minoritas membangun rumah ibadah dilingkungan mayoritas yang agamanya berbeda. Ngerti ra’ koe Son!” tulis Prabowo dalam cuitannya dikutip Senin 3 Mei 2021.

Nah cuitan kawan Prabowo Subianto ini jadi sorotan, sebab kok mengait-ngaitkan dengan isu rumah ibadah segala sih. Beberapa warganet mengeluhakn komentar Ketua KIPP itu. Ya harusnya nggak juga sih disamakan dengan pendirian rumah ibadah lah.

Sebelumnya Suryo Prabowo sudah mengestimasi berapa lama donasi dari Masjid Jogokariyan akan bisa dipakai untuk membeli kapal selam.

Donasi beli kapal selam yang dijalankan Masjid Jogokariyan telah menjadi perhatian masyarakat. Dalam tiga hari donasi dibuka, sudah terkumpul Rp1 miliar.

Makanya melihat asumsi tersebut, Johannes Suryo Prabowo menghitung kasar, kemungkinan puluhan tahun lagi bisa terkumpul duit Rp5 triliun.

“Dengan asumsi: 3 hari Rp 1 milyar 3.000 hari Rp 1 triliyun
15.000 hari Rp 5 triliyun. Untuk bisa beli kapal selam seharga Rp 5 T dengan cara seperti ini diperlukan waktu selama 15.000 hari atau 15.000 : 365 hari = 41 tahun. Semoga tetap semangat!”
tulisnya dalam cuitan pada 30 April akhir pekan lalu.

Harga gabah bisa anjlok, Bupati Karawang keberatan wacana impor beras
Cuitan JS Prabowo soal kapal selam. Foto Twitter @JSuryoP1

TNI AL nolak donasi

Jawapos
KSAL Laksamana Yudo Margono. Foto: YouTube Puspen TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Julius Widjojono mengapresiasi empati yang ditunjukan masyarakat seperti dilakukan anak muda Masjid Jogokariyan dan pihak lain.

“Kami sangat surprise dengan empati yang diberikan berbagai lapisan masyarakat, lintas agama, lintas sektoral bahkan lintas negara, dari beberapa kelompok pelaut luar negeri juga mau menyumbangkan.

“Jadi kalau mau menyumbangkan itu, tidak mungkin TNI AL akan menerima karena menyalahi UU, yang kami garis bawahi empati ini sangat luar biasa dan sangat berterima kasih,” kata Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono dikutip dari BBC Indonesia.

Sementara itu, terkait dengan perlu dilakukannya penambahan anggaran dan peningkatan alutsista TNI AL, Julius menambahkan bahwa TNI AL menyerahkan keputusan tersebut kepada Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.

“Kami sudah ajukan kebutuhan mengacu pada grand strategi AL, keputusan ada di pihak atas, mau diberikan apa, seperti apa, kami siap melaksanakannya,” kata Julius.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku, belum dilakukannya modernisasi alutsista dengan cepat dikarenakan pengadannya “cukup mahal” dan “keterpaksaan dan karena mengutamakan pembangunan kesejahteraan”.

Kementeriannya, kata Prabowo, sudah menyusun rencana induk 25 tahun untuk membenahi urusan pertahanan.

“Tapi intinya memang, kita akan investasi lebih besar tanpa memengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan. Kita sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista untuk lebih tertib, lebih efisien,” kata Prabowo.

Seperti pada tahun 2020, dari sekitar Rp117 triliun anggaran pertahanan, hampir 50 persennya atau sebesar Rp53 trilun digunakan untuk belanja pegawai, dan sisanya sekitar Rp30 triliun untuk belanja barang serta Rp34 triliun untuk belanja modal.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts