Pelaku sate sianida terancam hukuman mati, begini nasib keluarga korban – AEOmedia

  • Whatsapp
Nani dihadapkan ke Polisi. Foto: Twitter.

AEOmedia.com | Berita Terkini : Pelaku sate sianida terancam hukuman mati, begini nasib keluarga korban, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Pelaku sate sianida terancam hukuman mati, begini nasib keluarga korban, Kami merangkum informasi terbaru ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Pelaku pemberi sate sianida, Nani Aprilliani Nurjaman, telah diringkus oleh pihak kepolisian. Bandiman selaku driver ojol yang membawa pesanan sate tersebut mengaku lega dengan penangkapan pelaku.

Ia mengaku bahwa pelaku menggunakan jasa ojol tanpa layanan aplikasi. Bandiman kemudian memberikan sate kepada perwakilan dari keluarga korban.

Kronologi kejadian

Dilansir dari Suara, NA (25) berniat mengirim sate beracun sianida ke seorang anggota kepolisian berinisial T yang pernah memiliki hubungan dengannya. T sendiri merupakan anggota kepolisian di Polresta Yogyakarta sebagai penyidik senior.

Nani dihadapkan ke Polisi. Foto: Twitter.

Namun nahas, sate sianida yang dikirim oleh driver ojol, Bandiman, berakhir salah sasaran. Karena calon penerima tak mau menerima makanan dari orang tak dikenal, ia menitipkan kembali makanan tersebut ke driver ojol tanpa melalui aplikasi.

Akhirnya, sate tersebut dibawa ke rumah untuk dimakan bersama keluarganya. Pengemudi ojek online Bandiman yang membawa sate tersebut justru mengidangkan sajian itu ke keluarganya. Nahas, putra dari pengemudi ojek online, Naba Faiz Prasetya (10) tewas lantaran mengonsumsi sate tersebut.

Nasib dan harapan keluarga korban

Dilansir dari Kompas, Bandiman mengaku trauma dengan kejadian tersebut. Hal ini membuatnya urung untuk kembali bekerja.

“Belum Pak, saya belum mood kerja, istilahnya masih dalam suasana duka,” ujar Bandiman.

Ia sendiri diketahui sudah berprofesi sebagai pengemudi ojek online sejak 2017 lalu. Sebelumnya, Bandiman pernah bekerja sebagai buruh proyek hingga perusahaan tambang. Pihak keluarga Bandiman berharap agar pelaku bisa dihukum maksimal atau seumur hidup.

Pelaku sate beracun. Foto: Twitter.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang perlindungan anak dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

“Maka dari itu peristiwa ini kita kenakan Pasal 340 atau pembunuhan berencana hukuman bisa seumur hidup, hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria di Polres Bantul.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts