Spekulasi polisi dan pakar, Nani tersangka sate beracun diperalat orang lain – Viral & Trending – AEOmedia

  • Whatsapp
Tersangka sate beracun sianida

AEOmedia.com | Berita Terkini : Spekulasi polisi dan pakar, Nani tersangka sate beracun diperalat orang lain – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Spekulasi polisi dan pakar, Nani tersangka sate beracun diperalat orang lain – Viral & Trending, Kami merangkum portal ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus sate beracun sianida. Polisi telah menangkap dan menetapkan Nani Aprilia Nurjaman sebagai tersangka dalam kasus yang salah sasaran dan menewaskan bocah 10 tahun. Nah ternyata, polisi masih membuka kemungkinan tersangka Nani itu hanya orang yang diperalat lho. Spekulasi sate beracun sianida begitu.

Bukan cuma polisi saja yang menduga kemungkinan tersangka Nina adalah orang yang diperalat dalam kasus sate beracun sianida ini. Pakar psikologi forensik juga berspekulasi Nani bisa jadi dimanfaatkan orang lain yang punya dendam dengan target Tomi.

Spekulasi sate beracun, Nani diperalat orang lain?

Tersangka sate beracun sianida. Foto Antara/Hery Sidik

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel berspekulasi bisa jadi tersangka Nani adalah orang yang dimanfaatkan alias diperalat orang lain yang aktor sebenarnya dari kasus sate beracun sianida tersebut.

Dasar Reza berspekulasi demikian adalah keterangan minim dari Nina yang disampaikan kepada kepolisian. Apalagi Nani kini sadar salah sasaran menewaskan bocah 10 tahun, bukan target Tomi yang pernah punya hubungan dekat dengannya.

Reza bertanya-tanya spekulatif, apakah Nani ini niatnya sungguh menghabisi atau cuma menganiaya target saja. Apakah Nani ini adalah orang yang membubuhkan racun, sejak awal punya ide racun atau dia hanya satu dari dua pihak yang ingin habisi Tomi.

“Ada kemungkinan Nani diperalat orang lain yang juga mau habisi Tomi. Bahwa (Nani) ada persoalan pribadi ke Tomi itu iya, karena kemungkinan perasaan negatif Nani dimanfatkan orang lain, entah karena keluguan atau kekurangpahaman Nani ini sehingga diperalat sedemikian rupa sehingga Nani yang tampak bertanggung jawab,” ujar Reza soal spekulasi sate beracun dikutip dari siaran tvOne, Senin malam 3 Mei 2021.

Reza mengatakan dia beralasan kok menyampaikan spekulasi ini. Sebab sejauh ini tersangka Nani tampak shock dengan korbannya anak-anak. Belum lagi soal pengalaman pendidikan tersangka Nani.

“Sampai detik ini (polisi) belum banyak menggali, karena dia shock.
Nani ini pendidikan rendah, dia tak bekerja di bidang yang menuntut banyak baca, perluas wawasan dan cara habisi orang dengan racun. Saya tak berpikir dia tak punya layar belakang yang mengharuskan untuk belajar. Apakah dia satu-satunya orang, atau orang yang diperalat sebagai eksekutor di lapangan,” jelasnya.

Direskrimum Polda DIY, Kombespol Burhan Rudi Satria juga sepakat dengan spekulasi yang disampaikan Reza Indragiri.

Kombes Burhan mengatakan penggalian keterangan dari tersangka Nani sejauh ini mengalami kendala, yang bersangkutan masih belum bercerita detai soal sate beracun sianida ini. Dia mengatakan dari awal penyidikan, polisi sudah mengarah dan mengembangkan kemungkinan Nani ini diperalat orang lain dengan melihat tingkat pendidikan tersangka.

“Penggalian keterangan masih pajang prosesnya. Belum optimal pendalam keterangan. Saya sepakatdengan Pak Reza, bisa jadi dia belajar dari orang lain atau diajari orang lain. Kami tak berhenti di Nani, kami yakin pasti nanti ada keterangan tambahan kalau Nani sudah stabil,” katanya.

Bungkus jadi petunjuk

Nani dihadapkan ke Polisi. Foto: Twitter.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burhan Rudy Satria mengatakan, pengungkapan kasus ini berkat kerja sama yang bagus antara Polsek, Polres Bantul dan Polda DIY serta dari masyarakat dalam memberikan kesaksian, mengingat untuk mencari petunjuk pelaku dibutuhkan keterangan dari saksi satu per satu hingga penjual satai ayam.

“Salah satu kunci pengungkapan adalah bungkus sate, yang bisa menunjukkan di mana dia (tersangka) beli, dari situ kita cari saksi apakah benar ada pembelian dari orang ini, akhirnya ketemu kita bisa menyimpulkan bahwa NA ini pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan anak Pak Bandiman tewas,” tutur Kombes Rudy saat konferensi pers pengungkapan kasus satai beracun di Aula Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bantul, Senin 3 Mei 2021.

Dia menjelaskan, peristiwa itu berawal pada 25 April sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Gayam Mandala Krida, Yogyakarta, ada seorang pengemudi ojek daring didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snak.

“Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi ‘online’, sehingga minta dengan cara ‘offline’ ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman,” katanya dikutip dari Antara.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan di antar ke tempat tujuan, namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima, dan oleh tukang ojol karena makanan ditolak dibawa pulang ke rumahnya.

“Sampai di rumahnya makanan sebagian dimakan oleh istri-nya dan ada yang dimakan anaknya yang besar dan kecil, namun yang dimakan anak kecil ini menyebabkan meninggal dunia si anak,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, terungkap tersangka Nina manaburkan racun Kalium Sianida, yang rumusnya KCN.

Kombes Rudy mengatakan sate beracun tersebut dikirim Nina asal Majalengka, Jawa Barat. Tersangka yang diamankan jajaran Polda DIY di rumah kosnya wilayah Kelurahan Sitimulyo, Kabupaten Bantul, pada Jumat 30 April 2021, atau hari keenam setelah anak Bandiman pengemudi ojek online”tewas pada 25 April 2021.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts