Bukan Andika Panglima TNI berikutnya: Ini sosok yang cocok, track recordnya ngeri – AEOmedia

  • Whatsapp
Nanggala

AEOmedia.com | Berita Terkini : Bukan Andika Panglima TNI berikutnya: Ini sosok yang cocok, track recordnya ngeri, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Bukan Andika Panglima TNI berikutnya: Ini sosok yang cocok, track recordnya ngeri, Kami merangkum portal ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Sejumlah pihak meyakini dalam waktu dekat kemungkinan akan terjadinya pergantian Panglima TNI. Hal ini karena Panglima TNI Hadi Tjahjanto bakal memasuki masa pensiun.

Para pakar intelijen sejauh ini yakin, Presiden bakal melanjutkan rotasi lintas matra pada pergantian Panglima mendatang.

Patut diketahui, sejak reformasi 1998, Panglima TNI dijabat dari tiga matra, Angkatan Laut, Darat, dan Udara secara bergantian. Lantas, kira-kira siapa yang sosok paling cocok jadi Panglima berikutnya setelah Hadi Tjahjanto?

Menurut Pemerhati Pertahanan dan Keamanan Nasional, Robi Sugara, sebenarnya tiap Kepala Staf di masing-masing matra paling punya potensi untuk menduduki posisi Panglima ke depan.

Yakni KSAD Andika Perkasa, KSAL Yudo Margono, dan KSAU Fajar Prasetyo. Beralasan mengingat ketiganya merupakan orang-orang terbaik di masing-masing matra. Akan tetapi jika melihat potensi dan urut-urutan maka kemungkinan besarnya akan jatuh ke tangan KSAL Yudo Margono.

Ini beralasan. Karena Yudo tentu dibutuhkan untuk memperkuat visi misi besar Jokowi untuk membangun poros maritim dunia. “Kalau melihat urut-urutan, maka yang paling berpotensi menyerahkan jatah Panglima ke Yudo Margono. Dan dia bisa menopang visi besar Jokowi berkaitan dengan poros maritim dunia,” katanya dalam diskusi di Youtube Tagar TV, dikutip Jumat 4 Juni 2021.

KRI Nanggala 402 bersama KRI Sutedi Senoputera 878

Akan tetapi, dia memahami, kadang berkembang politik yang mengharuskan Jokowi tak kaku dalam membagi porsi kesempatan Panglima. Namun, baginya, ini adalah momen yang tepat bagi Jokowi meninggalkan kesan yang baik dengan mewujudkan poros maritim dunia sebagai mimpinya.

Bukan Andika Panglima TNI berikutnya

Lebih jauh, Robi kemudian menjabarkan sedikit tentang tradisi pergantian Panglima sejak era Gus Dur. Menurut dia, tradisi itu dibangun oleh Gus Dur dengan mengangkat Panglima TNI dari matra Angkatan Udara.

Padahal sebelum itu, dan sejak Soeharto berkuasa lama, Panglima selalu datang dari matra Angkatan Darat. Tidak pernah tergantikan, dan tak bisa diganti. Baru Gus Dur yang kemudian mengubah tradisi itu, dan hingga kini tradisi lintas matra kemudian berlanjut.

Dan jika melihat rumus itu, maka memang yang paling punya potensi besar menggantikan Hadi Tjahjanto, adalah datang dari matra Angkatan Laut.

“Dan Yugo tepat menggantikan. Sebab KSAL saat ini cukup memahami betul. Saya ingat betul ketika dia memimpin operasi satgas pencarian Lion Air yang jatuh di perairan Laut Jawa pada 2019, bagaimana dia mengupayakan kontak dengan sejumlah negara tetangga, karena enggak bisa sendirian ketika itu,” katanya.

Namanya juga disebut-sebut dalam tragedi MH370 Malaysia. Karena turut membantu. Termasuk bagaimana sosok Yudo Margono turut melakukan penanganan covid dari Wuhan.

“Saya kira juga ini artinya bahwa jatah AL maka yang dipilih bukan orang sembarangan.”

Panglima TNI Hadi Tjahjanto sidak pasukan komando khusus. Foto Instagram @puspentni

Dia lantas menyebut KSAU Fajar Pratama kemungkinan tak mendapat posisi Panglima TNI. Sebab posisi ini baru saja mendapatkan jatah. Sementara Andika, dari KSAD, dinilai masih cukup berat, walau secara performa beliau memiliki kinerja yang bagus.

Diketahui, Andika merupakan seorang menantu dari mantan Kepala BIN Hendropriyono, yang notabennya orang dekat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketiadaan endorser kuat justru lebih membuka peluang bagi Yudo Margono untuk diasosiasikan sebagai ‘Jokowi’s man’ tanpa hadirnya tokoh lain, seperti Hendropriyono terhadap Andika.

Tergantung pertimbangan politik

Walau begitu, semua tentu akan kembali ke persoalan pertimbangan politis. Semua urutan jatah, dia bilang bisa saja berubah karena sejumlah faktor.

“Pada akhirnya persoalan politik, bukan strategis, meski presiden akan memilih langkah strategis menentukan siapa panglima berikutnya. Saya ingat bagaimana Jokowi angkat Tito sebagai Kapolri, itu di luar konteks kebiasaan, melangkahi senior-senior. Dan Jokowi ketika itu sangat mempertimbangkan langkah strategis.”

Maka dia berharap agar sosok Yudo akan menjadi Panglima berikutnya, untuk mewujudkan poros maritim dunia, yang nantinya akan dikonversikan ke dalam strategi pertahanan.

Dan masalah ini, dianggap Robi merupakan tantangan paling urgen ke depan.

Dari sisi keefektifan jalannya sebuah organisasi, dirinya merasa Presiden Joko Widodo akan memilih Yudo untuk duduk menjadi Panglima TNI.

Diketahui, dari dua nama yang beredar, masa aktif Andika Perkasa yang paling singkat. Sekitar 1,5 tahun. Sementara Yudo Margono memiliki masa aktif 2,5 tahun. Dari sisi organisasi, masa yang singkat jelas akan mengurangi efektivitas kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Maka itu, peluang Yudo cenderung terus menguat seiring waktu. Tak ada masalah baginya dan bagi organisasi TNI, jika pergantian dilakukan dalam waktu dekat ataupun menjelang masa pensiun Hadi.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts