Surplus Vaksin Covid-19, AS Bakal Bagikan 25 Juta Dosis untuk Dunia – AEOmedia

  • Whatsapp
Surplus Vaksin Covid-19, AS Bakal Bagikan 25 Juta Dosis untuk Dunia

AEOmedia.com: Surplus Vaksin Covid-19, AS Bakal Bagikan 25 Juta Dosis untuk Dunia, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Surplus Vaksin Covid-19, AS Bakal Bagikan 25 Juta Dosis untuk Dunia, Kami merangkum Perihal dari internasional ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Surplus Vaksin Covid-19, AS Bakal Bagikan 25 Juta Dosis untuk Dunia.

– Amerika Serikat menyusun rencana untuk berbagi 25 juta dosis vaksin Covid-19 untuk dunia. Itu setelah AS mengalami surplus vaksin Covid-19. Pihak Gedung Putih juga akan mencabut beberapa pembatasan untuk memungkinkan negara lain lebih mudah membeli pasokan buatan AS untuk produksi vaksin.

Read More

Baca :  Awal 2022 Vaksin Merah Putih Disebut Siap Digunakan - AEOmedia

Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat akan membagikan vaksin tanpa mengharapkan imbalan politik. Dia telah berjanji untuk membagikan sekitar 80 juta vaksin Covid-19 secara internasional bulan ini.

Amerika Serikat akan menyumbangkan hampir 19 juta dosis melalui program berbagi vaksin internasional COVAX seperti disampaikan Biden. Melalui COVAX, sekitar 6 juta dosis akan dikirim ke Amerika Latin dan Karibia, sekitar 7 juta dosis ke Asia Selatan dan Tenggara, dan sekitar 5 juta ke Afrika.

Dosis yang tersisa, berjumlah lebih dari 6 juta, akan langsung dikirim dari Amerika Serikat ke negara-negara termasuk Kanada, Meksiko, India, dan Korea Selatan.

“Kami membagikan dosis ini bukan untuk mendapatkan bantuan atau mengekstraksi konsesi,” kata Biden seperti dilansir Reuters.

“Kami membagikan vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa dan memimpin dunia dalam mengakhiri pandemi, dengan kekuatan teladan kami dan dengan nilai-nilai kami,” imbuh Biden.

Baca :  10 Juta Orang Divaksin Sinovac, 85 Persennya Aman dari Covid-19 Berat - AEOmedia

Meski Amerika Serikat bekerja melalui fasilitas COVAX yang dijalankan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Gedung Putih tetap memiliki keputusan akhir terkait negara mana saja yang menerima dosis AS dan berapa banyak dosis vaksin, menurut Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

Gedung Putih bakal mendasarkan keputusan donasi pada faktor-faktor termasuk mencapai cakupan global, menanggapi krisis, dan membantu sebanyak mungkin negara,” kata Sullivan,

Dia menambahkan Amerika Serikat bermaksud untuk memprioritaskan tetangganya, termasuk Kanada, Meksiko dan negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. Reuters melaporkan bulan lalu bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk memprioritaskan wilayahnya sendiri, dengan Amerika Latin sebagai penerima manfaat. Sebanyak 25 juta dosis vaksin Covid-19 bakal dikirimkan ke negara-negara dengan cepat.

Biden seperti diketahui mendapat tekanan dari komunitas dunia untuk berbagi surplus vaksin Covid-19. Selama berbulan-bulan, Gedung Putih tetap fokus untuk memvaksinasi orang Amerika Serikat.

Baca :  Hasil Penelitian, Vaksin Sinovac Bisa Kurangi Separo Gejala Covid-19 - AEOmedia

Hanya saja, Biden telah berjanji AS akan menjadi pemasok ke negara lain dan berjanji untuk mengirim ke luar negeri setidaknya 20 juta dosis vaksin Pfizer Inc/BioNTech SE , Moderna Inc, dan Johnson & Johnson, di atas sekitar 60 juta dosis AstraZeneca Plc, untuk negara lain. Sebanyak 25 juta dosis yang diumumkan Biden tidak termasuk pasokan dari AstraZeneca.

Organisasi internasional termasuk PBB dan Bank Dunia menyambut baik pengumuman Biden tersebut. “Ini awal yang baik, dan saya berharap lebih banyak dosis akan tersedia,” kata Presiden Bank Dunia David Malpass kepada Reuters.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts