Terdiagnosis Diabetes, Penderita Perlu Minum Obat Seumur Hidup? – AEOmedia

0
33
Terdiagnosis Diabetes, Penderita Perlu Minum Obat Seumur Hidup?

AEOmedia.com: Terdiagnosis Diabetes, Penderita Perlu Minum Obat Seumur Hidup?, beraneka ragam berita terbaru hidup sehat memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Terdiagnosis Diabetes, Penderita Perlu Minum Obat Seumur Hidup?.

– – Penyakit diabetes adalah penyakit metabolik yang dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak muda. Tidak tanggung-tanggung, International Diabetes Federation (IDF) bahkan memperkirakan, pada tahun 2035, jumlah penderita penyakit ini di seluruh dunia akan bertambah.

Selain itu, IDF juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar 529 juta orang terdiagnosis penyakit diabetes. Parahnya, hampir 175 juta di antaranya terlambat terdiagnosis. Di Indonesia sendiri, penyakit gula ini sudah sejak 2013 menjadi penyebab kematian sebanyak 1,5 juta orang.

Diabetes menjadi penyakit yang kerap kali ditemukan di seluruh penjuru dunia. Setelah terdiagnosis, penderita diabetes atau diabetesi dikatakan harus minum obat seumur hidup. Benarkah demikian?

Mengenal Gejala Diabetes Melitus
Diabetes melitus, atau yang umum dikenal sebagai kencing manis, adalah penyakit yang terjadi karena ada peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh.

Baca :  Sarapan Sebelum Pukul 08.30 Bisa Stabilkan Gula Darah, Ini Alasannya - AEOmedia

Gejalanya cukup klasik, yaitu seringnya buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, rasa lapar yang sering muncul, dan berat badan yang menurun tanpa alasan.

Selain itu, diabetesi dapat mengalami kondisi-kondisi seperti merasa lemas, seluruh kulit gatal, pandangan kabur hingga kondisi seksual, misalnya disfungsi ereksi yang terjadi pada pria.

Diagnosis penyakit kencing manis tidak hanya lewat gejala, pemeriksaan kadar gula darah juga dapat dilakukan guna menegakkan diagnosis.

Anda dapat dinyatakan positif diabetes jika kadar gula darah puasa di dalam tubuh ≥ 126 mg/dl atau kadar gula darah ≥ 200 mg/dl.

Obat Diabetes Harus Dikonsumsi Teratur
Diabetes terjadi akibat organ pankreas tidak mampu menghasilkan insulin, resistensi insulin, ataupun gabungan antara keduanya. Saat kondisi ini berlanjut terus-menerus, penanganan harus segera Anda upayakan. Oleh karena itu, konsumsi obat-obatan menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Karena pankreas mempunyai kelainan, konsumsi obat-obatan tidak dapat menyembuhkan diabetes hingga 100 persen. Namun demikian, obat-obatan dapat membantu mengontrol penyakit gula ini.

Baca :  Inilah rekomendasi makanan untuk penderita diabetes - AEOmedia

Obat-obatan sebenarnya bukan untuk menyembuhkan, melainkan menurunkan risiko adanya komplikasi diabetes yang dapat terjadi nanti.

Lantas, bagaimana jika penderita tidak mengonsumsi obat secara teratur? Terdapat komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi, di antaranya:

1. Akut
Komplikasi pertama bersifat akut. Komplikasi ini memiliki dua jenis, yakni keadaan hipoglikemia dan krisis hiperglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi menurunnya kadar gula darah, yaitu sebanyak < 70 mg/dl secara mendadak.

Sementara itu, krisis hiperglikemia terbagi menjadi diabetik ketoasidosis dan hiperglikemi hiperosmolar. Krisis hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh dapat mencapai > 600 mg/dl.

Baik hipoglikemia maupun hiperglikemia, keduanya sama-sama membutuhkan penanganan di rumah sakit. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kematian.

2. Kronik
Komplikasi kronik terbagi menjadi dua kelompok komplikasi, yakni makroangiopati (menyerang pembuluh darah besar dari tubuh) dan mikroangiopati (menyerang pembuluh darah kecil dari tubuh).

Pada kelompok makroangiopati, penyakit ini kerap kali memicu komplikasi pada pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) dan pembuluh darah otak (stroke, perdarahan, ataupun penyumbatan).

Baca :  Kadar Gula Darah Naik Turun Picu Komplikasi Pasien Diabetes - AEOmedia

Sementara itu, pada mikroangiopati, komplikasi yang sering terjadi, yaitu nefropati (penurunan fungsi ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal), retinopati diabetik, dan neuropati (hilangnya sensasi di bagian ujung-ujung kaki dan tangan, sering kesemutan, rasa terbakar).

Selain mengontrol tekanan darah, lemak di tubuh, dan berat badan, penderita diabetes diharuskan untuk mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Hal ini penting untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh sehingga komplikasi dapat diminimalkan.

Sekarang Anda sudah dapat beli obat online dengan mudah. Jadi, jangan sampai Anda kehabisan stok obat, ya!

 

Kesimpulan
Dari sedikit warta di atas semoga memberikan tambahan mengenai seputar dunia sehat bersama dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Terdiagnosis Diabetes, Penderita Perlu Minum Obat Seumur Hidup? Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here