Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat – AEOmedia

0
23
Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat

AEOmedia.com: Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat, beraneka macam berita kesehatan memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat.

– – Beberapa negara Asia mencari sumber alternatif untuk inokulasi Covid-19 setelah pembatasan ekspor oleh produsen vaksin di India. Sebab India mengalami lonjakan kasus Covid-19 lagi yang membuat program vaksin global yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengalami embargo atau kekurangan pasokan. Indonesia pun terkena dampaknya. Vaksin AstraZeneca tak bisa terdistribusi dengan baik. Karena itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bagaimana stok vaksin yang sebenarnya saat ini.

Baca :  Sasar 45 Ribu Peserta, Prudential Indonesia Gelar Sentra Vaksinasi - AEOmedia

Menkes Budi menjelaskan banyak negara Eropa dan beberapa negara Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, dan beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brasil mengalami terjadi lonjakan ketiga dari kasus aktif Covid-19. Sehingga akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi tersebut mengalami lonjakan ketiga. Negara itu mengarahkan agar vaksinnya tak boleh ke luar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

“Sehingga mengakibatkan dampak terhambatnya vaksin pada ratusan negara di dunia termasuk di Indonesia,” katanya secara virtual, Senin (5/4).

Sehingga, kata dia, jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau totalnya 2 bulan 30 juta dosis, kini hanya bisa mendapat 20 juta dosis atau dua pertiganya. Sehingga laju vaksinasi bakal melambat.

“Sehingga akibatnya laju vaksinasinya mohon maaf seluruh teman-teman bisa sampaikan, sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang,” jelasnya.

Baca :  6 Juta Bulk Sinovac Tiba, Vaksinasi Lansia Diutamakan Hingga Lebaran - AEOmedia

Menkes Budi menegaskan saat ini Indonesia sedang negosiasi dengan produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin. Mudah-mudahan pada bulan Mei bisa kembali normal, sehingga bisa melaksanakan vaksinasi dengan laju seperti sebelumnya yang terus meningkat.

Karena vaksin terbatas, lanjutnya, prioritas vaksinasi harus diperjelas. Prioritas harus dibagi berdasarkan risiko terpapar.

“Data yang ada di kami menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, yang lansia hanya 10 persen. Tapi dari 100 persen yang wafat, lansia itu 50 persen. Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman yang di atas 60 tahun berisiko sangat tinggi,” katanya.

Baca juga: Menkes Deg-degan Embargo Vaksin, Ahli: Minta Sinovac Tambah Stok

Case Fatality Rate (angka kematian) pada lansia mencapai 4 kali lipat dibanding populasi umum. Maka dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April, Kemenkes memprioritaskan agar para lansia dulu yang disuntik. Jika ada sisa, maka akan disuntikkan kepada guru.

Baca :  Sudah Divaksin 2 Suntikan, Warga Tiongkok di Malaysia Terkena Covid-19 - AEOmedia

“Karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni. Maka selain vaksinasi, jangan lupa selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan semoga kasus Covid-19 bisa selalu kita kendalikan,” tegasnya.

 

Kesimpulan
Dari sedikit fakta di atas semoga memberikan tambahan paham seputar dunia hidup sehat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Ada Embargo Vaksin, Menkes Minta Maaf Laju Vaksinasi Bakal Lambat Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here