Kenali 20 sifat wajib Allah: Pengertian dan penjelasannya dari ayat alquran – AEOmedia

  • Whatsapp
Alquran

AEOmedia.com | Berita Terkini : Kenali 20 sifat wajib Allah: Pengertian dan penjelasannya dari ayat alquran, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Kenali 20 sifat wajib Allah: Pengertian dan penjelasannya dari ayat alquran, Kami merangkum berita ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Dalam Islam umat muslim mengenal sifat wajib Allah di antara batasan tauhid dan akidah. Secara umum, para ulama membagi sifat-sifat Allah SWT ke dalam tiga bagian.

Beberapa sifat yang dibagi oleh ulama antara lain, sifat-sifat wajib (20 sifat), sifat mustahil Allah yang berjumlah dua puluh.

Dan yang terakhir adalah sifat yang jaiz (mumkin) ada satu. Diketahui keseluruhannya adalah 41 sifat.

Meski demikian, sesungguhnya sifat-sifat Allah SWT tidak terbatas. Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan umat Islam mengenal dan memahami keagungan Allah SWT melalui sifat-sifat-Nya.

Jemaah membawa Alquran di Masjidil Haram. Foto Instagram @quranmushafmadinah

Tidak terbatasnya sifat-sifat Allah SWT ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

”Aku memohon kepada Engkau dengan semua nama yang menjadi nama-Mu, baik yang telah Engkau jadikan sebagai nama diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau Engkau sembunyikan menjadi ilmu gaib di sisi-Mu,” (H.R. Ahmad).

Sifat-Sifat Wajib Allah Dalam uraian “Aqidah”, Marzuki pengkaji agama Islam dan akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merangkum 20 sifat wajib Allah SWT sebagai berikut:

  1. Wujud

Sifat wajib Allah yang pertama adalah wujud. Dalam bahasa Arab, wujud artinya “ada” yang maknanya bahwa Allah SWT merupakan zat yang ada, berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapa pun.

Sifat ini tercermin dalam firman Allah SWT dalam surah Ta-Ha ayat 14, sebagai berikut: “Sesungguhnya, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku,” (QS. Ta-Ha [20]: 14).

  1. Kidam

Kidam berasal dari bahasa Arab yang artinya awal atau terdahulu. Maknanya, Allah SWT merupakan Sang Pencipta yang ada terlebih dahulu dari yang diciptakannya.

Dalilnya adalah firman Allah dalam surah Al-Hadid ayat 3: “Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS. Al-Hadid [57]: 3).

  1. Baka

Baka artinya adalah kekal. Maksudnya, Allah SWT adalah zat yang Maha Kekal, tidak akan punah atau binasa. Hal ini tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Qasas ayat 88: “ … segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan,” (QS. Al-Qasas [28]: 88).

Seorang muslimah tengah panjatkan doa di dekat kabah, makkah Foto: Middle east monitor
  1. Mukhalafatu Lil Hawaditsi

Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta isinya, maka Allah pasti berbeda dengan apa pun yang Dia ciptakan. Dalam bahasa Arab, mukhalafatu lil hawaditsi artinya berbeda dengan sesuatu yang baru (makhluk ciptaan-Nya).

Allah juga mustahil membutuhkan bantuan untuk menciptakan hal tersebut. Hal tersebut dijelaskan dalam Alqur’an berikut ini: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat,” (QS. Asy- Syura [42]: 11).

  1. Qiyamuhu Binafsihi

Allah SWT berdiri sendiri, Dia tidak bergantung kepada siapapun, serta mustahil membutuhkan bantuan dari yang lain. “ … sungguh Allah Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam,” (QS. Al-’Ankabut [29]: 6).

  1. Wahdaniah

Sifat wajib Allah SWT yang lain adalah wahdaniah atau esa atau tunggal. Hamba-Nya mesti mengimani bahwa Allah adalah Yang Maha Esa, yang artinya Dia adalah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa,” (QS. Al-Ikhlas (112): 1).

  1. Qudrah

Qudrah berarti bahwa Allah adalah zat Yang Maha Kuasa atas apa pun dan tidak ada satu pun yang bisa menandingi kekuasaannya. Mustahil bagi Allah SWT tidak memiliki kuasa. “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 20)

  1. Iradat

Iradat berasal dari bahasa Arab yang artinya berhendak. Maksudnya, setiap hal yang ada di alam semesta ini berjalan atas kehendak Allah SWT. Mustahil bagi Allah SWT melakukan sesuatu atas suatu paksaan.

Apabila Dia berkehendak, maka tidak ada yang bisa mencegah-Nya. Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 107: “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia Kehendaki,” (QS. Hud (11): 107).

Ilmu artinya pengetahuan. Maksudnya, Allah SWT Maha Mengetahui atas segala sesuatu, baik yang terlihat maupun tidak terlihat, yang gaib maupun yang nyata. Bahkan, Allah SWT mengetahui apa yang terbayang, terbetik, dan terlintas di benak manusia. “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS. An-Nisa [4]: 176).

  1. Hayat

Hayat artinya hidup. Allah SWT adalah zat Yang Maha hidup. Dia tidak akan binasa, sebab Dia kekal selamanya. “Dan bertawakallah kepada Allah yang Maha Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya … ” (QS. Al-Furqan [25]: 58).

  1. Sama’

Sama’ artinya bahwa Allah SWT Maha Mendengar. Dia mendengar setiap hal yang diucapkan maupun yang disembunyikan. Mustahil Allah SWT tuli dan tidak mengetahui. “Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).

  1. Basar

Salah satu sifat wajib Allah SWT adalah basar, yang artinya bahwa tidak ada yang Maha Melihat selain Allah. Segala yang ada di dunia tidak luput dari penglihatan-Nya. “ … Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Hujurat [49]: 18).

  1. Kalam

Kalam berarti bahwa Allah SWT maha berfirman melalui wahyu yang tertera dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi-Nya untuk umat manusia. Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 143: “Dan ketika Musa datang untuk munajat pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya … ” (QS. Al-A’raf [7]: 143).

  1. Qadiran

Sifat qadiran ini mirip dengan qudrah. Artinya, segala hal di alam semesta berada dalam kekuasaan Allah SWT. Dalilnya adalah sebagai berikut: “ … sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu,” (QS. Al-Baqarah [2]: 20)

  1. Muridan

Selain Maha Berkehendak, Allah SWT juga memiliki sifat Maha Menghendaki. Sifat muridan ini menyatu dengan sifat iradat sebelumnya. “…sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang ia kehendaki,” (QS. Hud [11]: 107)

  1. Aliman

Mirip dengan sifat ilmu, Allah SWT juga bersifat aliman. Artinya, Dia Maha Mengetahui, artinya Dia mengetahui segala hal dan pengetahuannya tak terbatas apa pun. “ … dan Allah maha mengetahui segala sesuatu,” (QS. An-Nisa [4]: 176)

  1. Hayyan

Hayyan artinya adalah zat Yang Maha Hidup. Sifat ini menyatu dengan sifat hayat yang disebutkan sebelumnya

  1. Sami’an

Sami’an artinya bahwa Allah SWT adalah zat Yang Maha Mendengar, maka mustahil bagi-Nya sebagai zat yang tuli. Sifat ini menyatu dengan sifat sama’ yang disebutkan sebelumnya. Rujukannya adalah firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 256: “Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).

  1. Basiran

Basiran artinya bahwa Allah SWT bersifat Maha Melihat, mustahil bagi-Nya untuk tidak melihat atau buta atas segala hal. Sifat ini menyatu dengan sifat basar sebagaimana disebutkan sebelumnya. “ … Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Hujurat [49]: 18).

  1. Mutakalliman

Dalam bahasa Arab, mutakalliman artinya berfirman atau berkata-kata. Maksudnya, Allah SWT adalah zat Maha Berkata dan mustahil baginya untuk bisu. Rujukannya adalah firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 164: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung,” (QS. An-Nisa [4]: 164).

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts