Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Mengecil, PDB Triwulan I -0,74 Persen – AEOmedia

  • Whatsapp
Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Mengecil, PDB Triwulan I -0,74 Persen

AEOmedia.com: Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Mengecil, PDB Triwulan I -0,74 Persen, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Mengecil, PDB Triwulan I -0,74 Persen, Kami merangkum informasi ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini masih terkontraksi 0,74 persen secara tahunan. Angka tersebut disebabkan oleh situasi yang masih diselimuti oleh pandemi Covid-19.

Read More

Baca :  Silaturahmi Dibatasi, Malaysia Larang Perjalanan Antarnegara Bagian - AEOmedia

“Dengan berbagai indikator, pertumbuhan ekonomi berdasarkan besaran masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara YoY. Dan secara quartal to quartal sebesar -0,96 persen,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto secara virtual, Rabu (5/5).

Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama tahun ini membaik seiring dengan membaiknya berbagai indikator perekonomian. Seperti indeks Purchasing Managers Indeks (PMI) manufaktur Indonesia pada April sebesar 54,6 atau naik dari 53,2 pada bulan Maret 2021.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh program vaksinasi yang dilakukan oleh berbagai negara di dunia meskipun kasus Covid-19 di beberapa juga sedang meningkat. “Seperti India yang sedang naik dan Eropa kembali lockdown dan Malaysia mulai naik lagi,” tuturnya.

Baca :  Update Kasus Covid-19 : Ada penambahan 130 kasus baru

Sementara, angka inflasi pada Maret 2021 sebesar 0,44 persen, sedangkan secara kuartal dan secara tahunan sebesar 1,37 persen. “Terjadi perlambatan inflasi di beberapa negara yang berpengaruh pada pergerakan dan berpengaruh ke pendapatan dan permintaan,” ucapnya.

Kemudian, realisasi APBN pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 523 triliun naik signifikan dibandingkan triwulan pertama tahun lalu yang sebesar Rp 452 triliun. “Kenaikan ini berdasarkan realisasi pemerintah pusat pada pertumbuhan belanja modal. Pertumbuhan berbagai belanja membuat realisasi APBN tumbuh lebih bagus dari taun lalu,” imbuhnya.

Suhariyanto menyebut, pergerakan perekonomian Indonesia sudah berangsur membaik dibandingkan kuartal per kuartal sebelumnya dan diharapkan pemulihan ekonomi tahun ini dapat terwujud. “Ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan semakin nyata dan apa yang kita harapkan pemulihan ekonomi tahun ini bisa terwujud,” pungkasnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts