Dokter Paru Ungkap Antibiotik Tak Tepat untuk Pasien Covid-19 – AEOmedia

  • Whatsapp
Dokter Paru Ungkap Antibiotik Tak Tepat untuk Pasien Covid-19

AEOmedia.com: Dokter Paru Ungkap Antibiotik Tak Tepat untuk Pasien Covid-19, beraneka macam informasi sehat itu nikmat memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Dokter Paru Ungkap Antibiotik Tak Tepat untuk Pasien Covid-19.

– Sampai saat ini Covid-19 belum ada obatnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengumumkan satupun obat definitif untuk pasien Covid-19. Dan, tatalaksana pengobatan Covid-19 juga tak tepat jika diberikan antibiotik.

Read More

Baca :  Sehari 188 Jiwa Meninggal Akibat Covid-19, Positif Tambah 4.369 Orang - AEOmedia

Dokter Spesialis Paru dari RS Persahabatan dr. Erlina Burhan menjelaskan infeksi COVID-19 sendiri disebabkan oleh virus bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Karena disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik untuk mengobati kondisi ini tidaklah tepat. Antibiotik tidak bekerja untuk melawan virus, melainkan bakteri.

“Tak tepat memberikan antibiotik untuk Covid-19,” katanya dalam webinar bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Menurut dr. Erlina, memang standard of care di banyak negara umumnya menggunakan obat Azithromycin. Obat itu adalah obat untuk mengobati infeksi bakteri. Namun, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi virus.

“Yang dipakai bukan efek antibiotiknya, tapi untuk anti-inflamasi dan imunodulator,” katanya.

Baca :  4 Gejala Ini Bisa Dialami Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi - AEOmedia

Menurut dr. Erlina, kini banyak obat baru yang sedang diteliti. Peruntukannya untuk pasien Covid-19 dan sedang diteliti banyak sekali.

“Sampai saat ini belum ada obat definitif. Obat yang digunakan bukan sebagai antibiotik,” katanya.

Dia juga mencontohkan beberapa obat antiinflamasi untuk pasiem Covid-19 seperti deksamethasone dosis rendah yang sudah direkomendasikan. Namun, hidroklorokuin sudah tak lagi direkomendasikan.

“Tapi yang jelas antibiotik tak diperuntukan untuk Covid-19. Kita ada buku pedoman dari 5 profesi,” jelasnya.

Kesimpulan
Dari sedikit warta di atas semoga memberikan tambahan pandangan seputar dunia kesehatan dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Dokter Paru Ungkap Antibiotik Tak Tepat untuk Pasien Covid-19 Ini menjadikan anda makin tertarik

Baca :  Covid-19 Varian Vietnam Lebih Cepat Menular Lewat Udara - AEOmedia

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts