Tangis sopir truk ke Jokowi: Sakit pak! dimarahin istri terus, tolong pak… – Viral & Trending – AEOmedia

0
12
Macet di Tanjung Priok

AEOmedia.com | Berita Terkini : Tangis sopir truk ke Jokowi: Sakit pak! dimarahin istri terus, tolong pak… – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Tangis sopir truk ke Jokowi: Sakit pak! dimarahin istri terus, tolong pak… – Viral & Trending, Kami merangkum Hotline News ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Sopir truk di Tanjung Priok mengeluh merintih ke Presiden Jokowi. Musababnya jalanan Tanjung Priok macet parah gegara aktivitas tiga depo. Saking melasnya, sopir merekam video merintih setengah nangis minta perhatian dari Jokowi.

Sopir Tanjung Priok meminta Presiden Jokowi bisa mencarikan solusi agar kemacetan di wilayah Tanjung Priok itu teratasi. Sebab dampak kemacetan ini, duit yang didapat sopir menjadi berkurang sampai dimarahi istri jika pulang ke rumah.

Curhat sopir truk ke Jokowi

Macet di Tanjung Priok. Foto Instagram @olipspeed3

Video rintihan sopir Tanjung Priok atas kemcetan itu diunggah ulang oleh akun @ferry_kdg di media sosial.

Dalam video itu, sopir minta perhatian ke Presiden Jokowi untuk menertibkan tiga depo yaitu G Fortune, Dwipa dan New Priok Container Terminal One (NCPT 1).

“Andai saja statusku dibaca oleh Pak presiden, saya tidak minta apa-apa tidak minta uang, tidak minta mobil, tidak minta kekayaan ke pak presiden.
Cuma satu tolong bubarkan depot G Fortune, NPCT 1, sama depo Dwipa,”
demikian rintihan sopir yang kesal macet Tanjung Priok.

Si sopir memelas ke Jokowi karena merasa macet parah di Tanjung Priok ini begitu berdampak pada pendapatan dan nafkah yang diberikan ke keluarga.

“Tolong pak, saya mohon tolong dengan sangat hormat saya ke pak Presiden, sakit pak dimarahin istri terus, pulang gak pernah bawa duit. Jalannya macet mulu ama itu bertiga (depo), Enggak G Fortune ya Dwipa, ya NPCT 1 pak. sakit pak, setoran banyak, order banyak tapi gak muter, karena mandeg jalannya pak. Saya mohon pak tolong dengarkan keluhan driver Tanjung Priok pak,” ujar sopir dalam narasi video tersebut.

Sumber masalah

Suasana macet NPCT 1 Tanjung Priok
Suasana macet NPCT 1 Tanjung Priok. Foto Instagram @bektisatya

Sopir dan pengusaha truk mengeluhkan tiap hari terjebak kemacetan saat ngangkut kontainer ekspor impor di NPCT 1. Kemacetan juga terjadi saat mengembalikan atau mengambil peti kemas kosong atau di depo G-Fortune dan Dwipa di Marunda.

Untuk itu, dikutip dari Bisnis.com, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) meminta Pelondo II atau IPC dan pengelola depo kontainer di Marunda untuk mengevaluasi ulang alur dan waktu aktivitasnya.

Menurut Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tariga, kemacetan yang terjadi di depo sumber utamanya adalah manajemen penumpukan inventoris dan manajemen depo yang bermasalah atau kurangnya alat hingga restacker yang sudah tua. Kondisi tersebut berdampak kepada produktivitas di depo sangat jauh dari harapan pelaku bisnis atau pelanggan.

Dia berpendapat semestinya pelayaran mampu mengukur kemampuan depo melayani pesanan pengiriman (Delivery Order/DO) peti kemas yang dikeluarkannya.

Bila depo sudah over kapasitas dapat untuk sementara dialihkan kepada depo lain, sebab hal ini juga mengakibatkan macet di akses sekitar depo tersebut. Dia juga mengatakan selain alat mesti ada kantong buffer di depo peti kemas.

Sebabnya selama ini terjadi kesulitan untuk mencari kontainer di depo akibat tumpukan peti kemasnya sudah melampaui kapaitas sehingga waktu yang dibutuhkan untuk lift-off (Lo-Lo) di depo tidak terukur dan tidak terstruktur. Aptrindo juga mendesak pemerintah melalui instansi tetkait harus turun tangan. Terlebih dia juga meminta adanya standar kinerja layanan (key performance indicator/KPI) di fasilitas depo peti kemas sejak gate in hingga gate out.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here