Biaya ibadah haji di masa pandemi naik, jamaah wajib tambah Rp9,1 juta – AEOmedia

0
9
Jemaah haji di Kabah Masjidil Haram

AEOmedia.com | Berita Terkini : Biaya ibadah haji di masa pandemi naik, jamaah wajib tambah Rp9,1 juta, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Biaya ibadah haji di masa pandemi naik, jamaah wajib tambah Rp9,1 juta, Kami merangkum Hotline News ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Perjalanan haji setelah ditutup akibat kondisi pandemi membuat banyak jamaah tak bisa berangkat menjalankan ibadah seperti tahun sebelum ada pandemi. Tahun ini Badan pelaksana Pengelola Keuangan Haji harus menaikkan biaya haji kepada jamaah Indonesia.

Terdapat tambahan biaya dari ketentuan bayar ibadah haji yang telah ditetapkan pemerintah melalui BPKH. Penambahan biaya tersebut merupakan biaya yang dibebankan kepada jamaah untuk memenuhi ketentuan penyelenggaraan haji di tengah kondisi pandemi saat ini.

Dalam ketentuan baru, BPKH akan melakukan penambahan biaya protokol kesehatan yang besarannya mencapai Rp9,1 juta. Biaya tersebut mulai ditetapkan untuk biaya haji tahun 2021, kenaikan tambahan biaya prokes tersebut dinilai BPKH masih dalam taraf proyeksi.

Jemaah haji di Kabah Masjidil Haram. Foto Instagram @makah.99

Penambahan biaya juga dinilai BPKH belum menjamin dibukanya kembali perjalanan ke Arab Saudi sebagai tempat penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah. Karena pemerintah sendiri saat ini masih menunggu keterangan resmi dari otoritas Arab Saudi.

“Yang diajukan itu Rp44 juta tahun 2020 Rp35,2 juta jadi ada kenaikan Rp9,1 juta,” kata Kepala BPKH Anggito Abimanyu dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa 6 April 2021.

Menurut Anggota kenaikan biaya sebesar Rp9,1 juta mencakup untuk penerapan protokol kesehatan ditambah dengan kenaikan nilai tukar dollar.

Tawaf jemaah haji di Masjidil Haram. Foto Instagram @haramain_info

Anggito merinci, kenaikkan sebesar Rp9,1 juta itu mencakup untuk penerapan protokol kesehatan, ditambah dengan kenaikkan nilai tukar dollar.

“Komponen dari Rp9,1 juta itu paling banyak di program kesehatan, biaya prokes itu Rp6,6 juta sendiri kemudian ada kurs Rp1,4 juta kenaikkan per orang. Kemudian biaya untuk hotel katering akomodasi itu ada kenaikan Rp1 juta per orang. Jadi kami fokus di kurss dan biaya satuan,” ujarnya.

Anggito mengatakan untuk pembiayaan prokes sendiri menurutnya bisa dibagi dua antara per orangan dengan subsidi dari pemerintah.

“Prokes bukan kompetensi kami, meskipun kami menyarankan agar prokes sebagian dibebankan pada jemaah dan sebagian dari APBN itu akan mengurangi nilai manfaat,” tuturnya.

Jemaah haji mengenakan masker di Masjidil Haram. Foto Instagram @haramain_info

Haji 2021 Belum Ada Kepastian

Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 masih belum dapat dipastikan. Ibadah umat Islam sedunia ini masih menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi.

“Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini dibuka atau tidak,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (6/3).

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here