Utang Identik Riba, Sri Mulyani: Dalam Quran Pinjam Meminjam Boleh – AEOmedia

0
21
Sri Mulyani Ungkap Ancaman 3-5 Tahun Kedepan, Apa Saja?

AEOmedia.com: Utang Identik Riba, Sri Mulyani: Dalam Quran Pinjam Meminjam Boleh, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Utang Identik Riba, Sri Mulyani: Dalam Quran Pinjam Meminjam Boleh, Kami merangkum berita terkini ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Istilah riba kerap kali muncul dalam industri keuangan, utamanya dalam hal penyaluran kredit. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun angkat bicara soal persepsi yang berkembang di masyarakat seperti ini.

Sri Mulyani menuturkan, aktivitas pinjam meminjam sebetulnya diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi, dalam aktivitas tersebut, semua pihak haruslah mengutamakan keadilan.

Baca :  WNI Plot Bunuh PM, Menkeu, dan Jaksa Agung Malaysia - AEOmedia

Sebab, Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah hal yang utama. Sehingga dalam perkara pinjam meminjam, harus dilakukan secara terukur, dicatat, dan digunakan dengan menggunakan unsur kehati-hatian.

“Di dalam Quran, pinjam-meminjam boleh, tapi harus diadministrasikan, dicatat baik, digunakan hati-hati,” ujarnya secara virtual, Selasa (6/4).

Sementara itu soal bunga pinjaman yang disebut-sebut sebagian orang sebagai riba, Sri Mulyani menjelaskan, saat ini suku bunga global mendekati 0 persen atau bahkan negatif di beberapa negara di Eropa. Artinya hampir tidak ada keuntungan yang diambil dari kredit tersebut.

“Seolah kalau bicara utang identik dengan riba,” ucapnya.

Maka dari itu, Sri Mulyani berpikir, jika bunga nol persen atau negatif saja masih disebut riba, maka tentu pandangan yang menganggap bunga sama dengan riba didasarkan pada pemahaman yang tidak lengkap. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun berharap hal-hal tersebut dapat menjadi bahan diskusi para ekonom syariah.

Baca :  Utang Indonesia Semakin Membengkak, Sekarang Jadi Rp 6.361 Triliun - AEOmedia

Dia melihat, ekonom syariah memiliki kemampuan teknis analisis dan kontribusi di dalam perekonomian Indonesia. Maka Sri Mulyani berharap hasil pemikiran para ekonom syariah dapat dikomunikasikan dan didiskusikan kepada masyarakat, utamanya terkait hukum berutang.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here