Diakui lho dana haji untuk infrastruktur secara tak langsung, buktinya jelas ini – Viral & Trending – AEOmedia

  • Whatsapp
Tawaf jemaah haji di Masjidil Haram. Foto: Antara

AEOmedia.com | Berita Terkini : Diakui lho dana haji untuk infrastruktur secara tak langsung, buktinya jelas ini – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Diakui lho dana haji untuk infrastruktur secara tak langsung, buktinya jelas ini – Viral & Trending, Kami merangkum Perihal ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Narasi penggunaan dana haji sedang menjadi perhatian selepas banyak yang menduga dana haji dipakai untuk membiayai infrastruktur. Faktanya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan mereka tidak ikut campur investasi infrastruktur secara langsung lho. Tapi secara tak langsung, dana haji dipakai infrastruktur lho.

BPKH menegaskan sesuai ketentuan, investasi dana haji hanya boleh pada empat bidang saja. Dan dari empat bidang itu, tidak ada kategori bidang infrastruktur.

Dana haji untuk infrastruktur?

Tawaf jemaah haji di Masjidil Haram. Foto: Antara

Dewan Pengawas BPKH, Abd Hamid Paddu menjelaskan dana haji memang dikelola oleh BPKH untuk investasi. Namun sesuai ketentuan hanya boleh diinvestasikan pada empat bidang saja yakni investasi syariah, perbankan syariah, surat berharga syariah, emas dan investasi langsung yang berkaitan dengan syariah.

Untuk investasi dana haji ke infrastruktur, Hamid Paddu menegaskan tidak ada.

“Kalau untuk infrastruktur langsung sama sekali tidak ada,” jelasnya dalam perbincangan dengan Ustad Das’ad Latif di kanal pendakwah itu dikutip Senin 7 Juni 2021.

Namun demikian Hamid mengatakana secara tidak langsung investasi yang dikelola BPKH dipakai pemerintah untuk membiayai infrastruktur gitu. Jadi skemaya, BPKH membeli surat berharga syariah, dan uang dari pembelian surat berharga itu dipakai pemerintah untuk membiayai infrastruktur gitu.

“Mungkin yang bisa berkaitan dengan surat berharga. Memang kami beli surat berharga tapi surat berharga pemerintah kami beli. Nah uang ini oleh pemerintah dimasukkan APBN dan dipakai untuk membangun (infrastruktur). Tapi kan kami nggak ikut campur ke sana, kami beli produk syariahnya yaitu Sukuk. Investasi di infrastruktur tidak dibenarkan, hanya boleh di empat bidang tadi,” jelasnya.

Dana haji aman

Tawaf jemaah haji di Masjidil Haram. Foto Instagram @haramain_info

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, hingga akhir pekan kemarin, dana haji yang terkumpul telah mencapai Rp150 triliun. Kendati demikian, dia memastikan, nominal tersebut aman, tidak hangus, atau digunakan untuk keperluan nonhaji seperti infrastruktur.

“Perlu diketahui, bahwa dana calon jemaah haji hingga hari ini (kemarin) mencapai Rp150 triliun dan dikelola dengan sangat baik. Betul bahwa ada masyarakat yang mempertanyakan keberadaan dana haji yang selama ini disetorkan,” ujar Muhajir Effendy, dikutip dari Tribun, Senin 7 Juni 2021.

“Tapi tidak ada namanya isu-isu seperti yang berkembang di masyarakat. Artinya apa? Dana haji saya jamin aman,” lanjutnya.

Muhadjir menilai, tudingan yang menyebut dana haji dipakai untuk keperluan lain sama sekali tak beralasan dan cenderung tak masuk akal. Sebab, kata dia, Badan Pengelolaan Keuangan Haji atau BPKH sangat transparan dalam mengelola seluruh dana yang ada.

Lebih lagi, lanjutnya, BPKH merupakan badan independen dan profesional yang tidak bisa dicampuri pihak mana pun.

“Bisa kita pastikan, bahwa pengelolaan dana haji dilaksanakan dengan sangat profesional, prudent, penuh kehati-hatian, dan semuanya aman,” terangnya.

Di luar itu, Muhadjir meyakini, pembatalan haji tahun ini merupakan keputusan berat yang mesti diambil. Sebab, kata dia, kesehatan dan keselamatan seluruh calon jemaah merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts