Setop Minum Obat Hipertensi, Hati-hati Komplikasi – AEOmedia

0
21
Jawapos

AEOmedia.com: Setop Minum Obat Hipertensi, Hati-hati Komplikasi, beraneka macam portal kesehatan memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Setop Minum Obat Hipertensi, Hati-hati Komplikasi.

– Sebagian pasien darah tinggi atau hipertensi memutuskan untuk berhenti minum obat setelah satu tahun sakit. Alasannya macam-macam, salah satunya percaya mitos terlalu banyak minum obat bisa mengganggu kesehatan ginjal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan 1,13 miliar populasi menderita hipertensi. Data 2015 menunjukkan 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 perempuan, menderita hipertensi.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Faris Basalamah, SpJP(K), spesialis di Klinik Heartology Cardiovascular Center pada bidang intervensi jantung dan elektrofisiologi mengatakan, kurang dari 1 penderita berhasil mengendalikan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung, stroke,dan ginjal.

Baca :  Sederet manfaat nanas untuk kesehatan: melembabkan bibir sampai menguatkan tulang - AEOmedia

Baca Juga: Tekanan Darah Sering 140/90, Waspada Penyakit Hipertensi Terselubung

“Hipertensi merupakan penyebab utama kematian prematur di dunia. Selama ini tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan perubahan pola makan atau konsumsi obat-obatan penurun tekanan darah,” kata dr. Faris kepada wartawan dalam webinar, Kamis (8/4).

“Sayangnya, hampir setengah dari semua pasien berhenti minum obat setelah satu tahun,” tambahnya.

Menurut dr. Faris, sehingga perubahan gaya hidup dan pengobatan tidak cukup mengendalikan kondisi mereka. Akibatnya, komplikasi pun bisa menghantui salah satunya pada ginjal mereka.

Mengendalikam Hipertensi dengan Teknologi

Menurut dr. Faris, sejumlah prosedur bisa diaplikasikan pada penderita hipertensi. Salah satunya menggunakan gelombang radio yang dapat menghancurkan saraf-saraf yang terlalu aktif di sekitar ginjal untuk membantu meredakan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Baca :  Catat! Ini 10 komplikasi darah tinggi yang harus Anda waspadai - AEOmedia

Prosedur invasif minimal yang disebut dengan denervasi ginjal berbasis kateter (catheter-based renal denervation) tersebut menggunakan probe atau semacam kawat yang dimasukkan lewat arteri femoralis (arteri besar pada paha). Nantinya dapat mengeluarkan ‘tembakan’ gelombang radio intens untuk menghancurkan saraf-saraf di
sekitar ginjal yang bertingkah terlalu aktif pada pasien hipertensi. Terutama yang tidak mempan dengan beberapa obat penurun tekanan darah. Prosedur denervasi ginjal juga membantu pasien hipertensi yang mempunyai efek samping dengan obat konvensional dan pasien yang kesulitan mengkonsumsi obat hipertensi secara patuh dalam jangka panjang.

“Tentu aman untuk ginjal, tidak diperlukan implan ke ginjal atau arteri di dekat ginjal, prosedur sekitar satu jam, hanya menginap 1-2 hari di rumah sakit serta membantu menurunkan resiko kerusakan lebih lanjut pada jantung, ginjal dan pembuluh darah,” ujarnya.

Baca :  Tak hanya obat hipertensi, makan sayuran ini untuk menurunkan darah tinggi - AEOmedia

 

Kesimpulan
Dari sedikit kabar di atas semoga memberikan tambahan pendapat seputar dunia sehat bersama dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Setop Minum Obat Hipertensi, Hati-hati Komplikasi Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here