Pemain Kami Asyik Menyerang, Mainnya Juga Emosi – AEOmedia

0
18
Pemain Kami Asyik Menyerang, Mainnya Juga Emosi

AEOmedia.com | Liga Indonesia : Pemain Kami Asyik Menyerang, Mainnya Juga Emosi, Dunia olahraga memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia bola di indonesia, Mari dilihat: Pemain Kami Asyik Menyerang, Mainnya Juga Emosi.

− Persela Lamongan dan Persik Kediri sejatinya sama-sama berpeluang lolos ke perempat final. Syaratnya, ada yang keluar sebagai pemenang kala mereka bentrok di laga pemungkas grup C dan PSS Sleman harus seri atau kalah oleh Persebaya Surabaya.

Tapi, Persela maupun Persik akhirnya gagal lolos. Sebab, tidak ada pemenang dalam duel kedua tim di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin sore. Kedua tim hanya mampu bermain imbang 2-2. Ditambah lagi PSS mampu menang 1-0 atas Persebaya tadi malam.

Baca :  Dua Pemain Penting Persebaya Dipastikan Absen Lawan Persib Bandung - AEOmedia

Pelatih Persik Joko Susilo menyesalkan hasil imbang tersebut. Apalagi, dia mengklaim Persik seharusnya dapat penalti pada menit terakhir.

’’Ini (hasil imbang) menyakitkan buat kami. Tim mencoba meraih kemenangan, ada pemain kami yang dijegal dua pemain Persela. Tapi, wasit tidak menganggap itu pelanggaran,’’ kata pelatih yang akrab disapa Gethuk tersebut.

Insiden itu terjadi pada injury time. Skor sama kuat 2-2. Jika penalti diberikan wasit Gedion F. Dapaherang, Persik sangat mungkin bisa memenangkan laga.

’’Saya sangat kecewa dengan keputusan wasit. Tapi, wasit juga manusia, kami juga manusia. Semoga ke depan bisa diperbaiki lagi,’’ ucap sang kapten Andri Ibo.

Sejatinya Persik sempat unggul pada menit ke-13 lewat gol Yusuf Meilana. Tapi, kartu merah yang diterima O.K. John dua menit berselang membuat Persik kesulitan.

Baca :  Pertandingan Ini adalah Ujian Penting Bagi Dejan Antonic - AEOmedia

Mereka kebobolan dua gol dalam tempo enam menit melalui mantan pemain Werder Bremen Melvyn Lorenzen pada menit ke-17 dan 23. Sayang, meski unggul jumlah pemain, Persela malah kebobolan melalui penalti Andri Ibo pada menit ke-83.

Asisten pelatih Persela Didik Ludianto mengungkapkan, timnya sudah berusaha maksimal. ’’Siapa sih yang nggak ingin menang? Lalu lolos ke delapan besar?’’ kata Didik.

Dia sudah meminta anak asuhnya menambah keunggulan. Sayang, timnya malah kebobolan. Dia punya alasan soal itu. ’’Pemain kami asyik menyerang. Mainnya juga emosi,’’ terang pelatih asal Bojonegoro itu.

Hasil tersebut membuat Persela meraih quat-trick seri. Mereka tidak pernah kalah dan menang di penyisihan grup C. Bek Persela Demerson Bruno Costa tetap melihat sosi positif dari ajang Piala Menpora 2021 kali ini.

Baca :  Persebaya Ingin Menurunkan Semua Pemainnya di Piala Menpora 2021 - AEOmedia

’’Kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi, tim ini punya banyak pemain baru. Kami butuh waktu untuk memperbaiki chemistry di Liga 1 nanti,’’ terang bek asal Brasil itu.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here