Namarin Soroti Instruksi Menhub Atas Pengoperasian Pelabuhan Patimban – AEOmedia

  • Whatsapp
Namarin Soroti Instruksi Menhub Atas Pengoperasian Pelabuhan Patimban

AEOmedia.com: Kami merangkum Hotline News ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Namarin Soroti Instruksi Menhub Atas Pengoperasian Pelabuhan Patimban.

– The National Maritime Institute (Namarin) mengingatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar menjaga mekanisme pasar dengan pengoperasian Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Read More

Direktur Namarin Siswanto Rusdi menuturkan, instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang meminta kapal tol laut untuk singgah di Pelabuhan Patimban jangan sampai mengganggu mekanisme pasar.

Menurut dia, Kemenhub sangat berkepentingan sekali dengan Pelabuhan Patimban. Sebab, pelabuhan itu merupakan inisiatif Kemenhub. Sehingga, instansi itu sangat berkepentingan agar fasilitas di pelabuhan itu berjalan sesuai dengan harapannya melalui kewenangan yang ada.

Baca :  Budi Karya: Kemacetan Hanyalah Puncak Gunung Es Masalah Kawasan Puncak - AEOmedia

“Hanya saja, jangan sampai instruksi tersebut mengganggu mekanisme pasar yang berlaku dalam bisnis pelayaran,” ujar Siswanto Rusdi kepada -, Senin (7/6).

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kapal tol laut diarahkan singgah di Pelabuhan Patimban. Terutama kapal dengan tujuan Belawan, Medan dan Pulau Natuna.

Sementara itu, Gaikindo dan beberapa pabrikan mobil terkemuka diminta untuk mengupayakan potensi pengiriman kendaraan. Untuk pengiriman kendaraan dengan kapal rute Panjang, Pontianak, dan Makassar, akan dilayani dua kapal ASDP. Targetnya empat trip dalam sebulan.

Arahan Budi Karya Sumadi itu menyusul perkembangan progres pembangunan Pelabuhan Patimban fase 1-1 yang terdiri atass paket 1, 2, 3, dan 4.
Pada paket 1 telah mencapai 99,8 persen. Paket itu terdiri atas dermaga peti kemas 420 x 34 meter berkapasitas 250.000 TEUs, dermaga kendaraan 300 x 33 meter berkapasitas 218.000 CBU, area reklamasi 60 hektare, dan area kolam pelabuhan.

Baca :  Menhub Minta Pembangunan 100 Terminal Tipe A Gandeng Swasta - AEOmedia

Kemudian, paket dua yang terdiri atas pengerjaan breakwater, seawall, dan pengerukan alur pelayaran saat ini progresnya telah mencapai 91,4 persen.

Sementara itu, untuk pengerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket 3 saat ini progresnya mencapai 69,2 persen. Pengerjaan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Siswanto menambahkan, gangguan terhadap mekanisme pasar pelayaran bisa saja dalam bentuk kebijakan banting harga atau diskon jor-joran. Hal itu dilakukan oleh operator pelabuhan demi menarik pengguna jasa.

“Saya mengkhawatirkan langkah itu (banting harga) akan dipilih oleh operator Pelabuhan Patimban. Dengan segela progresnya, pelabuhan ini menyimpan banyak kekurangan dan hanya dengan membanting harga akan bisa survive,” kata dia.

Baca juga: Kemenhub Tunjuk Pelindo III sebagai Operator Pelabuhan Patimban Subang

Baca :  Larangan Mudik, Tak Boleh Ada Pesawat Charter Untuk Pekerja Asing - AEOmedia

Siswanto mengambil contoh, PT Pelni (Persero). Perusahaan pelat merah itu diminta membuka rute dari dan ke Pelabuhan Patimban. Penumpang yang turun di pelabuhan itu masih sulit untuk melanjutkan perjalanan.
Penumpang tujuan kota Cirebon, Karawang, atau sekitarnya, tidak bisa diangkut ke tujuan perjalanan karena jalan raya Pantura yang sempit dan tidak ada angkutan kota. “Penumpang akan akan kesulitan,” tandasnya.

Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan pikiran anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas Namarin Soroti Instruksi Menhub Atas Pengoperasian Pelabuhan Patimban Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan sangat mudah dapat info detail dari internet.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts