TWK obrak-abrik KPK, Komisi III DPR: Coba terapin di Polri dan Kejagung – AEOmedia

  • Whatsapp
Benny K Harman

AEOmedia.com | Berita Terkini : TWK obrak-abrik KPK, Komisi III DPR: Coba terapin di Polri dan Kejagung, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang TWK obrak-abrik KPK, Komisi III DPR: Coba terapin di Polri dan Kejagung, Kami merangkum berita terbaru ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Lembaga Antirasuah seakan terobrak-abrik oleh satu tes wawasan kebangsaan yang membuat publik terbawa isu banyaknya anggota KPK yang tidak lolos TWK. Menyikapi hal tersebut Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta jika TWK juga bisa diterapkan di Polri dan Kejagung.

Selain itu insitusi penegakan hukum yakni Kementerian hukum dan HAM juga harus melakukan TWK turut diterapkan kepada seluruh pegawainya.

Benny meminta usulannya tersebut diterapkan kepada seluruh pegawai Polri dan Kejaksaan Agung serta Kementerian Hukum dan HAM saat melakukan rapat kerja sama  Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan AGung dan Polri di Gedung Nusantara II, Komplek Parleman Senayan Senin (7/6).

Benny K Harman Foto: antara

“Kalau boleh, di Kejaksaan, Kepolisian, dan Kumham juga dilakukan hal yang sama dan juga harus ada anggarannya di sini. Kalau bisa,” kata Benny.

Tujuan Komisi III mointa TWK berlaku di Polri dan Kejagung

Menurut Benny salah satu alasannya meminta agar usulan tersebut diberlakukan di beberapa institusi pemerintahan khususnya penegakkan hukum tak lain agar seluruh pegawai maupun personil lembaga tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan professional.

“Tentu maksudnya bukan untuk memecat atau memberhentikan yang tidak suka dengan kita, tapi benar-benar dalam rangka menjalankan fungsi secara profesional supaya ada militansi. Saya tidak melihat itu (kerja militan) ada di sini, atau mungkin saya tidak menangkap,” jelasnya.

Panitia Piala Menpora Antisipasi Suporter Nobar dan Datang ke Stadion
Gedung Merah Putih KPK di Kuningan Jakarta. Foto Antara/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Polri akui punya tes serupa TWK KPK

Polri sendiri menjawab usulan Benny dengan menjelaskan jika institusinya telah memiliki tes serupa TWK yang dialkukan kepada calon anggota Polri. Selain itu tes juga dilakukan kepada calon anggota Polri.

Selain itu tes juga dilajukan kepada anggota Polri yang akan mengalami kenaikan pangkat.

“Bahkan bukannya tes masuk pada sekolah-sekolah pengembangan, kami sudah ada namanya itu di Propram tes PMK,” katanya.

“Kami memang tidak khusus membuat anggaran seperi anggaran tes wawasan kebanggsaan. Tapi setiap pendidikan itu sudah ada maupun untuk kenaikkan pangkat sudah masuk dalam pembinaan profesionalisme anggota Polri,” demikian Gatot.

Lebih lanjut Ngabalin berharap agar para pegawai KPK kedepannya lebih independen dengan tidak ikut campur soal masalah politik.

Lambang KPK. Foto: Antaranews

Dia juga mengimbau kepada sejumlah pihak yang memandang apabila TKW tak sesuai dengan Pancasila, maka laporkan saja ke pihak terkait.

Hal tersebut disarankan agar tidak membuat gaduh publik dengan sejumlah pernyataan yang melahirkan isu dan polemik,

“Jangan main politik, kalau dia menyebutkan TWK tidak sesuai dengan Pancasila ya laporin aja. Supaya orang tahu. Jangan bikin gaduh dengan berbagai macam pernyataan-pernyataan,” imbuhnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts