Sandiwara Radio ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ Diangkat Jadi Drama Seri – AEOmedia

0
16
Sandiwara Radio 'Butir-Butir Pasir di Laut' Diangkat Jadi Drama Seri

AEOmedia.com: Sandiwara Radio ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ Diangkat Jadi Drama Seri, beraneka macam berita terkini musik dan film memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Yuk kita lihat Sandiwara Radio ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ Diangkat Jadi Drama Seri.

– Masyarakat era tahun 1970-an mungkin tak asing mendengar drama radio berjudul ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ saat itu. Ketika itu memang sangat familiar di telinga pendengar radio, khususnya RRI sejak disiarkan mulai 22 Februari 1972. Sandiwara itu bakal diangkat menjadi drama seri yang akan diperankan oleh Tyas Mirasih sebagai pemeran utamanya.

WeTV Indonesia dan Verona Pictures mengangkatnya menjadi drama seri apik penuh konflik bertajuk WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut. Drama seri yang mengadaptasi sandiwara radio fenomenal berjudul sama selama belasan tahun yang disiarkan RRI ini diproduseri oleh Titin Suryani dengan Co-Producer Dwi Ilalang yang akan mulai tayang di WeTV dan juga iflix pada tanggal 8 April 2021.

“Kami ingun merangkul sejarah panjang sinetron Indonesia. Lalu juga mendukung perfilman tanah air dengan berbagai konten lokal. Kami berharap Butir-Butir Pasir di Laut bisa diterima oleh masyarakat Indonesia,” kata Country Manager WeTV dan iflix Indonesia Lesley Simpson, secara virtual baru-baru ini.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI Soleman Yusuf mengatakan ‘Butir Butir Pasir di Laut’ adalah drama radio karya fenomenal RRI yang bukan saja mendapat apresiasi dari masyarakat di tanah air pada zamannya, tetapi juga oleh masyarakat dunia. Pada tanggal 4 Agustus 1984 Lembaga Kependudukan Dunia di Meksiko, memberikan penghargaan resmi sebagai sandiwara radio terbaik tingkat dunia yang telah diputar selama hampir 20 tahun di era tahun 1970 hingga tahun 1990-an dalam 5.700 episode.

“Kini dengan ditayangkannya dalam bentuk audio visual, drama radio ini mengisi kerinduan masyarakat pada zamannya sekaligus memperkenalkan kepada generasi milenial akan drama radio fenomenal ini, yang membawa pesan moral kemanusiaan dan kebangsaan,” jelas Soleman.

Verona Pictures mempercayakan Stanley Fernando & Wahid Setyanto untuk menyutradarai serial drama WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut yang mengambil lokasi syuting di Pangandaran, Merak, kawasan Puncak, dan Jakarta, dengan para bintang, antara lain Tyas Mirasih, Andrew Andika, Bastian Steel, Faradina Tika, dan Jessica Shaina. Karya ini diharapkan dapat dinikmati penonton lintas usia.

Dulu, sandiwara radio ini diproduksi lebih dari 5.700 episode dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai sandiwara radio terbaik dari UNESCO. Dab menempatkan ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ menjadi sandiwara radio yang ditunggu setiap hari selama 15 tahun.

Direktur Utama PT Verona Indah Pictures, Titin Suryani menjelaskan alasan Production House-nya tertarik mengangkat ‘Butir-Butir Pasir di Laut’ menjadi tontonan yang dapat disaksikan masyarakat. “Sandiwara ini merupakan serial yang sangat populer pada masanya. Kami ingin membawa kembali nostalgia tersebut ke dalam format kekinian dengan media digital,” jelas Titin.

Tyas Mirasih, salah satu pemeran utama dalam Butir-Butir Pasir di Laut mengaku mendapat tantangan dengan memerankan sosok dokter Arini. Saat pertama kali mendapat tawaran sinetron Butir-Butir Pasir di Laut dan tahu bahwa ternyata ini merupakan sandiwara radio yang banyak di tunggu, iq yakin dalam versi modern konfliknya akan lebih bervariasi.

“Dari pertama membaca naskahnya saya sudah langsung jatuh cinta, ini adalah hal yang baru yang belum pernah saya perankan sebelumnya,” ujar Tyas.

Berbeda dengan Tyas, Bastian Steel semula sempat ragu dengan karakter Radit yang ditawarkan kepadanya. Sosok mahasiswa yang jatuh cinta kepada perempuan yang lebih tua, yang cocok jadi kakaknya.

“Semula saya pikir ini adalah hal yang tabu di Indonesia, tapi setelah saya pikir-pikir lagi, justru di situ tantangannya. Ditambah lagi ternyata suami Arini, dokter yang dicintai Radit malah berselingkuh dengan kakaknya, ini situasi seperti makan buah simalakama. Selain itu di drama ini banyak konflik yang bisa dijadiin twist dan bisa membawa emosi penonton ke dalamnya, untuk menebak-nebak seperti apa akhir jalan cerita dari drama ini,” papar Bastian.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here