Berwisata Melintasi Timur Tengah Kini Makin Mudah – AEOmedia

  • Whatsapp
Jawapos

AEOmedia.com: Berwisata Melintasi Timur Tengah Kini Makin Mudah, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Berwisata Melintasi Timur Tengah Kini Makin Mudah, Kami merangkum berita dari mancanegara ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Berwisata Melintasi Timur Tengah Kini Makin Mudah.

Perubahan situasi politik, persyaratan visa yang mudah, dan koneksi transportasi menjadikan Timur Tengah sebagai destinasi baru wisata. Tidak tertutup kemungkinan, pascapandemi berkeliling negara-negara Asia Barat sama mudahnya seperti jalan-jalan di negara-negara Eropa.

Read More

BAHRAIN bersiap. Perbatasan internasional mereka dibuka 17 Mei nanti. Artinya, para turis akan berdatangan. Salah satunya dari negara tetangga, Arab Saudi. Pelaku pariwisata berharap kedatangan para turis bisa menutup kerugian saat pandemi dan mendongkrak perekonomian.

’’Kami tidak sabar menyambut (negara, Red) tetangga kami yang datang ke sini,’’ ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Bahrain (BCCI) Sameer Nass seperti dikutip The National News.

Penduduk Saudi adalah pengunjung terbesar Bahrain. Mereka biasanya datang melalui King Fahd Causeway. Itu adalah jalan lintas yang menghubungkan kedua negara. Jalan tersebut selesai 1986 lalu dan dilakukan perluasan pada 2011.

Baca :  Orang-Orang Luar Biasa di Tengah Pandemi Covid-19 di India - AEOmedia

King Fahd Causeway hanya salah satu contoh bagaimana negara-negara teluk kini terhubung. Reformasi di Timur Tengah membuat perjalanan mengelilingi negeri di Arabia kian mudah. Begitu pandemi usai, Timur Tengah potensial menjadi jujukan baru wisata internasional. Data Organisasi Wisata Dunia, sebelum pandemi rata-rata kedatangan internasional di Timur Tengah paling tinggi. Yaitu, dua kali lipat dari rata-rata global.

Selama pandemi, tiap negara di Timur Tengah berinovasi sendiri-sendiri. Inovasi tersebut yang akan berpengaruh pada ledakan wisatawan begitu dunia kembali dibuka. Arab Saudi, misalnya. September 2019 lalu mereka meluncurkan visa turis untuk kali pertama. Hanya dalam 10 hari, 24 ribu turis tiba. Targetnya adalah 100 juta turis tiap tahun pada 2030 nanti.

Itu adalah perubahan luar biasa. Sebab, dulu Saudi adalah negara yang sulit didatangi. Dulu hanya jamaah muslim, pekerja tetap, dan pelancong untuk urusan bisnis yang dapat masuk. Tetapi, sekarang wisatawan dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia cukup mengajukan visa secara online untuk datang.

Saudi berbatasan dengan 7 negara lainnya. Yaitu, Jordania, Iraq, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, dan Yaman. Ketika Saudi membuka pintunya untuk turis, artinya perjalanan lintas wilayah via darat kini bisa dilakukan. Berkunjung dari situs di Hegra di Saudi ke Petra di Jordania kini memungkinkan.

Baca :  Kecelakaan transportasi Tabrakan Mautbdi Tuban, Enam Tewas - AEOmedia

UEA dan Bahrain juga menandatangani kesepakatan dengan Israel September tahun lalu untuk menormalisasi hubungan. Kini, penduduk Israel bisa terbang ke dua negara tersebut. Sebanyak 67 ribu turis Israel berkunjung ke Dubai ketika pintu penerbangan dibuka November lalu.

Sayangnya, pandemi memaksa perbatasan ditutup lagi. Saudi saat ini masih menutup pintu untuk warga Israel. Namun, pesawat Israel sudah boleh melintasi wilayah udara Saudi. Itu memangkas rute dan memperpendek waktu tempuh. ’’Saat ini Timur Tengah adalah zona aman bagi wisatawan internasional,’’ ujar Direktur Kantor Pariwisata Israel di Inggris Sharon Bershadsky seperti dikutip Al Jazeera.

Jalan kian terbuka setelah negara-negara teluk berbaikan dengan Qatar. Blokade yang diterapkan sejak 2017 lalu telah dicabut. Jalur darat, laut, dan udara ke Qatar kembali dibuka. Bahkan, Raja Salman dari Arab Saudi mengundang emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk berkunjung.

Tak mau kalah, Oman juga membuat gebrakan. Dia membebaskan visa untuk 103 negara. Negara-negara Uni Eropa, Inggris, dan AS tidak perlu repot mengurus visa ke Oman. Tapi, dengan catatan, hanya boleh tinggal selama dua pekan. ’’Turis di seluruh dunia dapat dengan cepat mengunjungi Oman tanpa harus repot dengan proses visa yang lama,’’ terang Direktur Promosi Pariwisata Oman Haitham al-Ghassani.

Baca :  Jutaan Dosis Vaksin Pfizer di Hong Kong Terancam Dibuang - AEOmedia

Turis internasional di Oman tidak setinggi di negara-negara teluk tetanganya. Tapi, sudah banyak transportasi terkoneksi antara Oman dan UEA. Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai meluncurkan rute bus umum antara Dubai dan Muscat pada 2019. Bus itu berhenti di Stasiun Metro Dubai, Bandara Internasional Dubai, sejumlah kota di Oman, dan Bandara Internasional Muscat. Dengan begitu, turis asing di UEA bisa berkunjung ke Oman dengan mudah.

Perkembangan yang terjadi di negara-negara teluk itu tidak terjadi seketika. Sejak beberapa dekade lalu, banyak negara yang memasukkan wisata dalam visi jangka panjangnya. Sebab, mereka tidak mau lagi bergantung dengan pendapatan dari minyak mentah.

Baca Juga: Mudik Lokal Dilarang, Pemkot Surabaya Perketat Perbatasan

’’Negara-negara di kawasan ini semuanya telah menyadari pentingnya pariwisata sebagai pendorong diversifikasi ekonomi,’’ tegas Siamak Seyfi, asisten profesor geografi pariwisata di Universitas Oulu di Finlandia. 

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts