Tsunami belum ada alat prediksinya, BMKG minta warga manjat tebing! – AEOmedia

  • Whatsapp
Ilustrasi tsunami. Foto: Ist

AEOmedia.com | Berita Terkini : Tsunami belum ada alat prediksinya, BMKG minta warga manjat tebing!, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Tsunami belum ada alat prediksinya, BMKG minta warga manjat tebing!, Kami merangkum berita terkini ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Warga Jawa Timur diminta untuk mulai menyiapkan diri mengantisipasi adanya gempa bumi dengan magnitudo 8,7 dan tsunami setinggi 29 meter di wilayah selatan Jawa. Caranya adalah mengevakuasi diri dengan menaiki tebing tinggi. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum punya alat pendeteksi gempa bumi ataupun tsunami nih!

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, antisipasi mandiri tersebut meliputi pembuatan jalur evakuasi ke dataran yang lebih tinggi sekaligus rambu-rambu jalur evakuasinya.

“Sebab, hingga saat ini kami (BMKG) belum bisa memprediksi kapan gempa bumi atau tsunami itu akan terjadi. Sehingga perlu adanya kesadaran mandiri dari masyarakat,” kata Dwikorita usai membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021) seperti dilansir dari Fajar-Online, Rabu (9/6/2021).

Menurut Dwikorita, jalur evakuasi dalam suatu desa semakin banyak semakin baik. Yang penting harus lebih tinggi. Artinya, jalur evakuasi masyarakat tidak harus sama satu dengan yang lain.

“Kalau misalnya rumah kita berada di kawasan pegunungan atau justru di belakang rumah kita ada tebing tinggi, maka itu bisa dijadikan jalur evakuasi,”tutur Dwikorita.

“Jadi tidak perlu ikut warga yang lain lari ke titik kumpul yang jauh. Tapi, kita sendiri bisa lari ke belakang rumah,” ujar Dwikorita.

Ilustrasi tsunami. Foto: Ist

Selain jalur evakuasi, warga juga diharapkan bisa bergotong royong alias swadaya memberikan tanda pada rumah yang anggota keluarganya terdapat wanita hamil, lansia, dan difabel.

“Sehingga ketika terjadi bencana, maka tetangganya harus tahu dan bertanggung jawab untuk membantu evakuasi,” tutur Dwikorita.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Gajah Mada itu menyebut, meski potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah selatan Jawa terbilang dahsyat, Kabar baiknya, waktu tiba tsunami tercepat ke daratan diprediksi 20-24 menit. Sehingga, kata Dwikorita, masyarakat masih mempunyai cukup waktu untuk melakukan evakuasi sesegera mungkin apabila terjadi gempa bumi besar dan lama.

“Nah, BMKG butuh waktu pengolahan data maksimal 5 menit pasca gempa bumi. Sehingga jika di wilayah selatan Jawa terjadi gempa bumi masih cukup waktu untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” pungkas Dwikorita.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts