Mutasi Covid-19 India Menyebar di Singapura, 428 Orang Tertular Lokal – AEOmedia

  • Whatsapp
Mutasi Covid-19 India Menyebar di Singapura, 428 Orang Tertular Lokal

AEOmedia.com: Mutasi Covid-19 India Menyebar di Singapura, 428 Orang Tertular Lokal, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Mutasi Covid-19 India Menyebar di Singapura, 428 Orang Tertular Lokal, Kami merangkum berita terkini dari luar negeri ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Mutasi Covid-19 India Menyebar di Singapura, 428 Orang Tertular Lokal.

– Hingga akhir Mei 2021, Singapura menemukan 550 kasus Covid-19 yang terinfeksi virus Korona varian Delta. Varian ini pertama kali terdeteksi di India. Sebanyak 428 orang di antaranya tertular secara lokal.

Read More

“Angka ini terdiri dari 428 kasus lokal dan 122 kasus impor,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura kepada The Straits Times.

Tidak disebutkan kapan kasus pertama terdeteksi, tetapi infeksi pada 28 April 2021 kemudian dikaitkan dengan varian Delta atau B16172. Varian Delta dianggap lebih mudah menular dari manusia ke manusia, dan itulah yang memicu penyebaran virus secara masif di India.

Baca :  Dikira Flu Biasa, Seorang Ibu Kritis Tertular Covid-19, 2 Kali ke RS - AEOmedia

Baca juga: Takut Covid-19 Menular Via Udara, Warga Singapura Borong Air Purifier

Varian ini pertama kali muncul di India Oktober tahun lalu, tetapi diyakini baru sampai ke Singapura baru-baru ini. Pada 4 Mei 2021, Kemenkes Singapura mengatakan dalam siaran pers bahwa ada 7 kasus lokal yang terinfeksi varian Delta di Singapura. Bulan lalu, Singapura terdapat total 906 kasus Covid-19, 524 di antaranya adalah infeksi komunitas lokal.

Varian Delta juga menyebar di klaster Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) yang akhirnya sudah selesai. Ada 3 kematian terkait dengan klaster RS, termasuk seorang wanita Singapura berusia 86 tahun yang meninggal pada 7 Juni 2021 karena komplikasi akibat Covid-19.

Baca juga: Viral Surat Dokter, Singapura Bandingkan Vaksin Pfizer dan Sinovac

Seorang juru bicara Kemenkes mengatakan bahwa varian terdeteksi melalui pengurutan genom virus. Ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular untuk semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Baca :  Ini Tiga Jurus Ibu Super Lindungi Keluarga dari Penularan Covid-19 - AEOmedia

Angka dari Kemenkes juga menunjukkan bahwa jumlah kasus varian Delta lokal di Singapura adalah yang tertinggi dari 4 varian yang terdeteksi. Varian ini lebih mudah ditularkan dari orang ke orang.

Pada 31 Mei 2021, total 449 kasus infeksi lokal melibatkan varian yang mengkhawatirkan. Mereka termasuk 428 orang terinfeksi varian Delta. Dan 7 orang terinfeksi varian Alpha, pertama kali terdeteksi di Inggris. Lalu 9 orang terinfeksi varian Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Kemudian 5 orang terinfeksi varian Gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil

“Studi sedang berlangsung untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang varian ini dan kami akan menyesuaikan strategi kami saat lebih banyak informasi tersedia,” kata Kemenkes Singapura.

Singapura telah meningkatkan pengujian, pelacakan kontak, dan program vaksinasi untuk menjaga situasi tetap terkendali. Urutan genom mengacu pada teknik yang digunakan oleh otoritas kesehatan masyarakat dan peneliti untuk membaca urutan genetik patogen. Sementara kode genetik patogen penyebab Covid-19 sebagian besar sama, varian akan menunjukkan sedikit perbedaan dalam kode genetiknya. Karena urutan ini unik untuk setiap varian, teknik ini memungkinkan pihak berwenang dan ilmuwan untuk mengidentifikasi mereka.

Baca :  Sudah Divaksin 2 Suntikan, Warga Tiongkok di Malaysia Terkena Covid-19 - AEOmedia

Direktur National Public Health Laboratory, Associate Professor Raymond Lin, mengatakan upaya pengurutan Singapura telah difokuskan untuk membantu menentukan rantai penularan yang mengarah ke kelompok kasus. “Dengan pemahaman itu, kami mencoba untuk menghentikan atau mengurangi transmisi tersebut,” katanya.

Direktur Eksekutif Institut Bioinformatika Badan Sains, Teknologi dan Penelitian, dr Sebastian Maurer-Stroh menambahkan ada satu klaster besar varian Delta lokal, dan banyak pelancong regional membawa varian Delta, sehingga frekuensinya relatif tinggi di Singapura.

“Di Singapura, varian ini muncul di dua klaster komunitas terbesar dalam beberapa bulan terakhir di Bandara Changi dan Rumah Sakit Tan Tock Seng,” jelasnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts