Tengku Zul meninggal, publik jajarkan dengan pahlawan nasional Teuku Cik Di Tiro – AEOmedia

  • Whatsapp
Almarhum Tengku Zulkarnain saat masih aktif berdakwah. Foto: Ist

AEOmedia.com | Berita Terkini : Tengku Zul meninggal, publik jajarkan dengan pahlawan nasional Teuku Cik Di Tiro, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Tengku Zul meninggal, publik jajarkan dengan pahlawan nasional Teuku Cik Di Tiro, Kami merangkum berita ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia setelah terpapar virus Covid-19. Atas peristiwa meninggalnya Tengku Zul, publik pun menjajarkan alias menyamakan sosoknya dengan pahlawan nasional Teuku Cik Di Tiro.

Salah satu pengguna jejaring media sosial Twitter, dengan akun @Abu_waras membuat sebuah kicauan yang membuktikan adanya kesamaan dari Tengku Zul dan Teuku Cik Di Tiro.

Ketika keduanya tutup usia, kata akun tersebut, Teuku Cik Di Tiro dan Tengku Zul seakan disambut sukacita oleh sejumlah pihak yang menganggap mereka sebagai sosok musuh serta penganggu.

“Meninggalnya Teuku Cik Di Tiro, disambut Sukacita Kumpeni Belanda saat itu, karena dianggap sosok musuh yg mengganggu kepentingannya di Indonesia. Maka begitu juga dengan meninggalnya Ustd. Teungku Zulkarnaen. Selamat Jalan Ust. Teungku,” tulis akun tersebut, dikutip AEOmedia pada Selasa, 11 Mei 2021.

Almarhum Tengku Zulkarnain saat masih aktif berdakwah. Foto: Ist

Sontak saja postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet di kolom komentar.

Beberapa di antara mereka pun menyutujui dengan pernyataan tersebut.

“MasyaaAllah…mirip dengan alm. Ustadz Maher ya Teuku Cik Ditiro ini,” balas akun @DaengGau78.

“Bagi rakyat beliau berdua pahlawan melawan ketidak adilan,” kata akun @JuniOthman2.

“Meninggalnya Teuku Tjik Di Tiro dsambut dengan suka cita Pihak Kompeni Belanda. Meninggalnya Tengku Zulkarnaen juga disambut suka cita kaum Bipang,” ujar akun @iman100017.

Sebagaimana diketahui, Teungku Cik Di Tiro merupakan pahlawan yang berasal dari Aceh. Semasa hidupnya, dia lahir dan besar di lingkungan yang sangat ketat menjalankan agama Islam.

Meski pada zaman itu belum ada sekolah, pria yang bernama asli Muhammad Saman ini dikenal sebagai anak yang sangat haus akan ilmu. Beliau berguru pada banyak orang, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Bahkan pada usia 40 tahun, beliau masih berguru di Lamkrak, daerah Aceh Besar.

Kata-kata terakhir Tengku Zul sebelum meninggal

Ustaz Tengku Zulkarnain atau biasa dipanggil Tengku Zul meninggal pada Senin (10/5) kemarin petang. Tengku Zul meninggal akibat terpapar Covid-19. Sebelum meninggal, Tengku Zul diketahui sudah dipasang ventilator oleh tim dokter yang menanganinya.

Adik dari Tengku Zul, Tengku Nazariah pun menceritakan detik-detik mantan Wasekjen MUI tersebut mengembuskan nafas terakhirnya. Menurut penuturan Tengku Nazariah, Tengku Zul sempat melakukan komunikasi dengan Ustaz Abdul Somad sebelum meninggal.

Ustaz Tengku Zulkarnain. Foto: Instagram @tengkuzulkarnain.id

Lalu, Tengku Zulkarnain juga dikatakan sempat sadar dan mengucap kalimat takbir, sebelum kondisinya drop total dan akhirnya dipasang ventilator oleh tim dokter.

“Saat dipasang ventilator ustaz UAS masih menghubungi, sempat (Ustaz Zulkarnain) mengucapkan ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar’. Diucapkan sebelum betul-betul kondisinya drop total. Kemudian dokter mau pasang ventilator,” tutur Tengku Nazariah dilansir Detik, Selasa 11 Mei 2021.

Melihat Tengku Zul yang sempat sadar, keluarga kemudian mencoba melakukan komunikasi dengannya, seraya meminta izin untuk memasang ventilator.

Lebih lanjut diceritakan sang adik, Tengku Zul kemudian mengatakan bahwa ia sudah ikhlas, dan meminta keluarga untuk melakukan yang terbaik.

“Saya bilang tanya sama ustaz, saat itu ustaz sadar dan bilang ‘Abang ikhlas dek, lakukan saja yang terbaik’. Setelah itu dia mengucap La ila hailallaah Muhammad darasulullah,” cerita Tengku Nazariah mengenang sebelum Tengku Zul meninggal.

“Alhamdullilah sebelum wafat beliau mengucapkan La ila haillallah Muhammad darrasulullah, tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Itu diucapkan beberapa kali,” tutur Tengku Nazariah.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts