Band Indie Lahirkan Album Terinspirasi dari Kehidupan Gelap Pandemi – AEOmedia

  • Whatsapp
Band Indie Lahirkan Album Terinspirasi dari Kehidupan Gelap Pandemi

AEOmedia.com: Band Indie Lahirkan Album Terinspirasi dari Kehidupan Gelap Pandemi, beraneka ragam berita musik dan film terbaru memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, Simak Yuk dan kita lihat Band Indie Lahirkan Album Terinspirasi dari Kehidupan Gelap Pandemi.

– Pandemi Covid-19 terbukti tidak melunturkan semangat generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya. Everlook, grup band indie asal Jakarta membuktikan bahwa mereka memiliki album pertama bertajuk ‘Story’ pada masa pandemi. Album ini terdiri dari 12 single lagu bernuansa folk-rock yang menggambarkan dualisme dari realitas.

‘Story’ sebagai sebuah album yang berusaha menampilkan dua sisi realita kehidupan manusia, sisi baik yang menggambarkan kehidupan penuh warna, kebahagiaan, dan sukacita. Sementara bagian lainnya menggambarkan kehidupan gelap yang dipenuhi rasa hampa dan putus asa.

Vokalis dari Everlook, Erka mengatakan bahwa penggambaran dua sisi kehidupan yang kontradiktif dari album pertama kami (Story) bertujuan untuk mempersembahkan beragam kisah dari berbagai situasi senang dan sulit. Terutama di masa pandemi seperti ini.

Gitaris dari grup band yang terbentuk pada November 2019 ini, Danau Antariksa menambahkan, situasi pandemi begitu sulit. Sehingga membuat mereka terinspirasi membuat karya.

“Kondisi saat ini memang sulit, bahkan untuk tahu bagaimana kabar orang terdekat kita hanya bisa berbicara melalui telepon atau chatting. Di acara seperti perkawinan atau pergaulan yang biasanya dipenuhi dengan kebahagiaan dan cinta pun masih ada sisi sulit dan gelapnya, dibatas-batasi oleh protokol ini dan itu. Kita lebih sering terhubung dengan dunia maya,” jelasnya secara daring baru-baru ini.

“Jadi, saya berharap Story ini dapat menemani dan mewakili berbagai macam emosi yang kita rasakan setiap hari baik yang positif maupun negatif sebagai bagian dari perasaan manusia,” katanya lagi.

Bagian pertama dari ‘Story’ menceritakan keindahan percintaan, ekspresi tulus, dan energi positif kehidupan. Album dibuka dengan Intro dan Running Out of Time. Diikuti lagu berikutnya berlirik ‘nyentrik’ pada Hold On, My Love, dan Ekepupu.

Pada bagian kedua album, menggambarkan perspektif yang lebih realistis dan pragmatis dari berbagai emosi melalui Prayer of a Lover. Dilanjutkan dengan lagu yang terinspirasi dari kehidupan keluarga Erka, Come Again/Castaway.

Bagian kedua album membawa pendengar berorientasi dalam suasana yang berbeda dengan menyisipkan Interlude sebagai ‘jeda’. Pada bagian akhir album, Everlook berpesan kepada pendengarnya untuk menerima setiap perasaan yang hadir, menafsirkannya kembali, dan perlahan menyadari emosi/perasaan manusia yang rumit.

Musisi Indie pendatang baru yang berhasil memikat penikmat musik ini memproduksi albumnya melalui kolaborasi bersama D27 Studio dan WestEnd Jakarta Records. Album ‘Story’ milik Everlook kini sudah tersedia di lebih dari 150 Digital Platform, seperti Spotify, iTunes, JOOX, Soundcloud, dan lain-lain.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts