Menaker: Suasana Lebaran Pandemi Ini Berbeda, Namun Harus Kita Terima – AEOmedia

  • Whatsapp
Menaker: Suasana Lebaran Pandemi Ini Berbeda, Namun Harus Kita Terima

AEOmedia.com: Kami merangkum informasi ini dari beraneka ragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Menaker: Suasana Lebaran Pandemi Ini Berbeda, Namun Harus Kita Terima.

– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku prihatin dengan kondisi Idul Fitri yang sudah berlangsung dua tahun ini. Karena masyarakat dan dirinya harus merayakan tidak dengan gegap gempita akibat tanah air masih dilanda pandemi Covid-19.

“Ya kita ambil hikmahnya, semua ini demi keselamatan nyawa kita semua, ini tahun kedua saya dan umat Islam lainnya tidak bisa menjalankan mudik, enggak bisa Lebaran di kampung halaman,” ujar Ida kepada – beberapa waktu lalu.

Ida mengaku sebelum adanya pandemi Covid-19 dirinya selalu merayakan mudik Lebaran ke kampung halaman bersama keluarga. Mengunjungi ibunda yang ada di Mojokerto, dan ibu mertua di Banjarnegara.

“Biasanya kalau saya tidak mudik kalau Lebarannya pas tanggal 1 Syawal di rumah ibu maka hari ketiga di Banjarnegara. Sebaliknya 1 syawal ada di Banjarnegara maka biasanya saya berangkat ke ibu,” katanya.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 dirinya bersama masyarakat harus bisa menahan rasa kagennya kepada keluarga. Itu demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Itu sudah bertahun-tahun seperti itu, sekarang ya karena pandemi ya kita tahan,” ungkapnya.

Meskipun ada momen yang hilang, namun politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini turut bahagia. Karena adanya kemajuan teknologi. Seperti merayakan Lebaran dengan melakukan video call ke orang tua dan sanak saudara.

“Ada yang hilang tapi kita bisa ganti dengan suasana mudik di rumah, sekarang kan kita bersyukur kemudahan tekonologi bisa silaturahmi secara virtual, kita bisa zoom, kita bisa video call. Memang suasananya berbeda, ya kita harus terima keadaan,” ungkapnya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ini juga mengajak masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halamannya. Mengingat masyarakat berpotensi membawa virus korona ke kampung halaman.

Ida mengatakan, lebih baik masyarakat menjaga orang tua di kampung untuk tidak mudik. Ketimbant mudik malah membawa risiko penularan ke orang tua.

“Saya mengajak kepada para pekerja dan para buruh dan pekerja migran kita yang sedang dirantau tunda kepulangan, menuda berlebaran bersama keluarga, ini memang berat tapi kita harus menunjukan kepada orang tua kita dengan menjaga mereka,” pungkasnya.

Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan paham anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas Menaker: Suasana Lebaran Pandemi Ini Berbeda, Namun Harus Kita Terima Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan mudahnya mendapatkan informasi dari dari internet.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts