Ramadan 2021 usai, tak lama lagi Idul Fitri bakal terjadi 2 kali dalam setahun – AEOmedia

  • Whatsapp
Ilustrasi Ramadhan. Foto: Zaid Ali di Pixabay

AEOmedia.com | Berita Terkini : Ramadan 2021 usai, tak lama lagi Idul Fitri bakal terjadi 2 kali dalam setahun, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Ramadan 2021 usai, tak lama lagi Idul Fitri bakal terjadi 2 kali dalam setahun, Kami merangkum informasi ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Tak terasa bulan suci Ramadan di tahun 2021 bakal segera berakhir. Tapi kamu tahu enggak si Hopers, kelak di tahun ini bulan Ramadan dan Idul Fitri bakal terjadi 2 (dua) kali dalam setahun.

Fenomena unik yang jarang terjadi ini dijelaksan oleh Anggota Federasi Ilmu Luar Angkasa dan Astronomi Arab, Al Jarwan.

Al Jarwan mengungkapkan pada tahu 2030 nanti, bulan suci Ramadan dan Idul Fitri bakal terjadi sebanyak dua kali dalam satu tahun kalender masehi.

Mengutip laporan Gulf News, Al Jarwan mengatakan bahwa kalender Islam adalah kalender lunar, dan secara konsisten bergerak sekitar 11 hari lebih pendek dari tahun matahari.

“Tahun 2030 akan menjadi dua kali bulan penuh berkah Ramadhan. Yang pertama terjadi saat Ramadhan dimulai pada 5 Januari 2030 untuk tahun Hijriah 1451, dan selanjutnya bulan Ramadhan akan dimulai pada 26 Desember 2030 untuk tahun Hijriah 1452,” kata Al Jarwan, dikutip AEOmedia pada Kamis, 13 Mei 2021.

Dia juga menunjukkan bahwa karena kalender Hijriah, yang 11 hari lebih sedikit dari kalender Masehi, kedua sistem kalender tersebut pada akhirnya akan berulang.

“Dibutuhkan 33 tahun sampai tahun Hijriah telah melewati satu tahun Gregorian penuh. Itu terulang sebelumnya pada 1997, dan setelah 2030 akan terulang lagi pada 2063 nanti,” kata Al Jarwan.

Sebagaimana diketahui, seperti kalender Masehi, kalender Hijriyah memiliki 12 bulan yakni Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijah.

Namun yang membedakan pada kalender Masehi memiliki pakem 365 hari, sedangkan kalender Hijriyah punya 354 hari. Artinya, ada selisih 11 hari dalam setahun. Selain itu, sistem perhitungan kalender Islam juga sulit untuk diprediksi, karena membutuhkan orang atau komite yang berwenang untuk melihat bulan untuk menentukan awal setiap bulan.

Dibenarkan LAPAN

Ilustrasi Ramadhan. Foto: Zaid Ali di Pixabay | Ramadan 2021 usai, tak lama lagi Idul Fitri bakal terjadi 2 kali dalam setahun

Hal tersebut juga dibenarkan dan diungkapkan oleh Peneliti Madya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto.

Rhorom menjelaskan bahwa dalam prinsipnya, setahun pada kalender sipil atau masehi adalah 365 hari, dimana terkadang 366 hari pada tahun kabisat.

“Sementara setahun pada kalender qomariyah adalah sekitar 354 hari. Ada selisih 11 hari per tahun,” kata Rhorom mengutip laporan Akurat, pada Kamis, 13 Mei 2021.

Bahkan, dia juga menuturkan mulai tahun 2030 hingga 2033, Ramadhan akan berlangsung dua kali dalam setahun meski tidak penuh. “Tidak berarti 60 hari ya,” tegasnya.

Rhorom sendiri menilai, dengan adanya pergeseran kalender masehi dan qomariyah, juga berimbas pada majunya hari lebaran sekitar 11 hari per tahun.

Dia mengungkapkan, Lebaran ganda akan terjadi pada tahun 2033. Momen ini sendiri akan berulang setiap sekitar 33 tahun.

“Kita bisa harapkan pada tahun 2033, Lakan jatuh pada awal bulan Januari. Kemungkinan besar jatuh pada tanggal 2 Januari 2033,” sebut Rhorom.

“Bila demikian, setahun qomariyah lagi (+354 hari) lebaran bertepatan dengan tanggal 22 atau 23 Desember 2033,” pungkasnya.

Fenomena serupa bakal terulang kembali

Ilustrasi Sholat Idul Fitri. Foto: Antara | Ramadan 2021 usai, tak lama lagi Idul Fitri bakal terjadi 2 kali dalam setahun

Mengutip laporan Esquireme, Kepala Eksekutif Grup Astronomi Dubai Hassan Ahmed Al Hariri juga telah mengamati adanya fenomena dua kali Ramadhan dalam satu tahun.

Dia menilai, peristiwa semacam ini tidak boleh dianggap sebagai fenomena semata, karena kalender Islam – yang terpaku pada tahun Bulan atau Qomariyah – secara konsisten bergerak sekitar 11 hari lebih pendek dari tahun Matahari atau Hijriah.

Untuk setiap tahun berlalu, dan tergantung pada penampakan hilal Bulan, Ramadhan mundur sekitar 10 atau 11 hari dari tanggal semula.

“Tahun 2030, umat Islam akan mengalami bulan Ramadhan dua kali. Pertama, tanggal 5 Januari 2030 untuk Tahun Hijriah 1451. Kedua, tanggal 26 Desember 2030 untuk Tahun Hijriah 1452 atau satu hari setelah Hari Raya Natal,” kata Hassan.

Hassan melanjutkan, kalender diciptakan oleh manusia agar bisa menggunakannya sebagai tolak ukur dan penghitung waktu. Ia juga menunjukkan bahwa sebagai kalender Hijriah berisi 354 hari, yaitu 11 hari lebih sedikit dari Gregorian atau Masehi, kedua sistem kalender pada akhirnya akan datang lingkaran penuh dan mengulangi diri mereka sendiri.

“Dibutuhkan waktu 33 tahun sampai Tahun Hijriah telah melewati penuh Tahun Gregorian. Diulangi sebelumnya pada tahun 1997, dan setelah tahun 2030, akan terulang lagi nanti pada tahun 2063,” ungkapnya.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts