Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk – AEOmedia

  • Whatsapp
Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk

AEOmedia.com: Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk, Kami merangkum berita terbaru dari luar negeri ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Pejabat AS Sebut Vaksin Dosis Penguat Bisa Picu Efek Samping Buruk.

– Amerika Serikat sedang mengkaji kebutuhan dosis penguat untuk warga yang telah divaksin Covid-19. Namun, perlu melihat data lainnya untuk mengetahui apakah dosis tambahan berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih serius atau tidak. Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat kesehatan AS, Jay Butler, Selasa (13/7).

Baca :  Penembak Brutal di Supermarket AS Merupakan Pria Keturunan Syria - AEOmedia

Read More

Butler mengatakan dosis kedua pada paket vaksin Covid-19 dikaitkan dengan tingkat efek samping yang lebih besar. Keterkaitan itu menunjukkan bahwa dosis ketiga berpotensi menimbulkan risiko yang lebih parah.

“Kami sangat tertarik untuk mengetahui apakah dosis ketiga kemungkinan berkaitan dengan risiko reaksi buruk yang lebih tinggi, terutama beberapa dari efek samping yang lebih parah meski sangat langka”, kata Butler yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).

Baca :  Keterbatasan stok vaksin Covid-19 menjadi perhatian utama saat ini - AEOmedia

Pemerintah AS belum membuat keputusan perihal pemberian dosis penguat. Namun melihat potensi kebutuhan yang lebih besar bagi kaum lansia dan kelompok lain yang berisiko tinggi mengalami infeksi parah, kemungkinan itu ada.

Pfizer dan mitranya, BioNTech, dalam beberapa pekan berencana meminta regulator AS agar mengizinkan penggunaan dosis penguat vaksin Covid-19 buatannya. Permintaan itu diajukan berdasarkan pada bukti bahwa enam bulan setelah vaksinasi ada risiko lebih besar soal kemungkinan terinfeksi. Penyebaran varian Delta yang lebih menular juga menjadi dasar pengajuan permintaan tersebut.

Butler mengaku belum melihat bukti penurunan imunitas di antara warga AS yang telah divaksin Covid-19 pada Desember atau Januari. Dia menambahkan bahwa dosis yang sudah ada memberikan perlindungan signifikan terhadap varian Covid-19 Delta, yang pertama kali ditemukan di India dan telah menjadi varian dominan di AS.

Baca :  Masyarakat Diimbau Rayakan Idul Fitri Bersama Keluarga Secara Virtual - AEOmedia

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts