Awal Ramadan, Harga Bahan Pokok Naik 10 Persen – AEOmedia

  • Whatsapp
Awal Ramadan, Harga Bahan Pokok Naik 10 Persen

AEOmedia.com: Awal Ramadan, Harga Bahan Pokok Naik 10 Persen, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Awal Ramadan, Harga Bahan Pokok Naik 10 Persen, Kami merangkum berita terbaru ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

– Awal Ramadan ditandai dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah daerah. Misalnya, harga daging sapi naik Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram (kg). Meski demikian, Badan Ketahanan Pangan (BKP) menilai kenaikan itu bukan karena kelangkaan. Namun, dipicu meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.

Read More

Baca :  Kementan dukung pengolahan dan pemasaran porang di Banyumas - AEOmedia

Kepala BKP Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menuturkan, kenaikan harga beberapa bahan pokok mencapai 10 persen.

Meski begitu, Agung mengatakan bahwa stok bahan pangan saat ini masih aman. Termasuk sampai Idul Fitri pada pertengahan Mei nanti. Menurut dia, gejolak harga terjadi dalam rentang H-3 Ramadan. Kemudian, berlangsung sampai H+3 atau hari ketiga bulan puasa. Setelah itu, harga akan kembali normal.

Dia memprediksi, kenaikan harga kebutuhan pangan kembali terjadi menjelang Idul Fitri. Tepatnya saat H-3 Lebaran. Kemudian, harga kembali stabil pada H+3 Lebaran.

Kebijakan larangan mudik diperkirakan juga berpengaruh pada harga kebutuhan pangan saat Lebaran nanti. Sebab, larangan mudik itu membuat populasi orang di perkotaan saat Lebaran relatif tetap tinggi.

Baca :  CIPS: Izin Impor Digunakan untuk Antisipasi Kurangnya Pasokan - AEOmedia

Agung mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya kenaikan harga pangan saat ini. Sebab, perlahan-lahan harga mulai stabil. Dia mencontohkan harga cabai rawit yang kini turun. Kementan juga memonitor peningkatan produksi sapi lokal yang mencapai 188 ribu ekor.

Agung menjelaskan, Kementan terus melakukan pembinaan terhadap UMKM untuk menyediakan produk pascapanen. Dengan demikian, masyarakat terbiasa mengonsumsi makanan olahan dan tidak banyak makanan sisa yang terbuang percuma.

Baca juga: Harga Merangkak Naik, Daging Ayam Rp 45 Ribu, Sapi Rp 140 Ribu per Kg

’’Sekarang kan posisinya konsumsi produk olahan itu 30 persen. Sisanya 70 persen adalah konsumsi produk fresh,’’ jelasnya. Kondisi itu berbalik jika dibandingkan dengan pola konsumsi di negara maju seperti Eropa dan Amerika. Di negara-negara tersebut, penduduknya lebih banyak mengonsumsi produk olahan ketimbang produk segar atau fresh.

Baca :  Upaya Pemerintah Agar Daging Sapi Tak Mahal Saat Lebaran - AEOmedia

 

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts