Soal Kans Main Rangkap, Apriyani Rahayu: Bisa Dipikirkan Lain Waktu – AEOmedia

  • Whatsapp
Soal Kans Main Rangkap, Apriyani Rahayu: Bisa Dipikirkan Lain Waktu

AEOmedia.com: Soal Kans Main Rangkap, Apriyani Rahayu: Bisa Dipikirkan Lain Waktu, berbagai berita olah raga memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Soal Kans Main Rangkap, Apriyani Rahayu: Bisa Dipikirkan Lain Waktu.

– Pebulu tangkis yang turun di dua kategori sudah jamak dilakukan beberapa negara. Di antaranya, Jepang, Tiongkok, India, Inggris, hingga Denmark.

Read More

Namun, dalam dua dekade belakangan, tak banyak pemain Indonesia yang bermain rangkap. Kalaupun ada, pebulu tangkis itu hanya bermain di kejuaraan beregu seperti Piala Thomas, Piala Uber, dan Piala Sudirman.

Sosok Lilyana Natsir atau Butet pernah melakukannya di Olimpiade Beijing 2008. Butet turun dua sektor sekaligus. Butet turun di ganda putri bersama Vita Marissa dan ganda campuran bersama Nova Widianto. Hasilnya, Butet/Vita cuma bermain hingga babak pertama. Sementara itu, Nova/Butet berhasil meraih perak.

Baca :  Jika Greysia Polii Pensiun, Sudah Ada Nama Pendamping Apriyani Rahayu - AEOmedia

Yang terbaru, pemain rangkap di pelatnas PBSI adalah Leo Rolly Carnando dan Apriyani Rahayu. Dalam Kejuaraan Dunia Junior 2019, Leo berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil dan Daniel Marthin. Masuk level senior, Leo dipasangkan dengan Daniel.

Lalu, Apri pernah bertandem dengan Tontowi Ahmad di ganda campuran setelah Butet yang jadi tandem Owi –sapaan Tontowi Ahmad– pensiun. Cuma, tahun lalu Owi pensiun sehingga Apri pun lebih fokus di ganda putri bersama Greysia Polii.

Nggak mau memikirkan terlalu panjang (soal rangkap, Red) karena masih ada tanggung jawab di depan mata (Olimpiade 2020 Tokyo) yang masih harus diselesaikan dengan baik. Untuk bermain rangkap, bisa dipikirkan lain waktu,” kata Apri.

Pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky menjelaskan, untuk level atas, agak sulit bagi pemain untuk merangkap. Hal itu disebabkan berbagai faktor. Dan jika ada negara yang pemainnya rangkap, itu menjadi kasus tersendiri.

Baca :  Tiongkok Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh, Indonesia Tak Gentar - AEOmedia

”Untuk pemain Eropa, ini lebih karena jumlah pemain yang minim. Mau tidak mau mereka main rangkap. Lalu untuk Tiongkok dan Jepang, saya kurang tahu persis, sepertinya memang fight semua sektornya,” ujar Richard kepada Jawa Pos.

Richard menjelaskan, sampai saat ini masih ada pemain rangkap di pelatnas. Khususnya bagi pemain muda. Tujuannya, menambah jam terbang dan memetakan potensi pemain. Seiring berjalannya waktu, pelatih akan melihat pemain lebih berpotensi pada sektor mana.

”Agak sulit karena saat ini pemain belum bisa terlalu profesional ya. Kadang egonya tinggi ingin main dua (sektor, Red), tetapi ketika satu sudah ada peluang, yang satu dilepas. Untuk antisipasi itu, pelatih lebih jeli melihat pemain cocok di mana,” kata pelatih dari PB Djarum tersebut.

Sementara itu, pelatih ganda putri pelatnas Eng Hiang sempat mengutarakan harapan agar PP PBSI mempunyai program untuk pemain rangkap. Dia sangat setuju dengan hal tersebut. Hanya, sampai sekarang itu belum terwujud.

Baca :  Hindari Cedera Jadi Target Utama Ganda No 1 Indonesia di Ajang Asia - AEOmedia

”Ini untuk booster kapasitas dan kualitas mereka agar lebih cepat. Di sini terkendala sejak awal sudah langsung lima sektor dan sampai sekarang hal ini belum terpecahkan karena sudah lebih baik main di sektor yang lain,” ujar Didi –sapaan akrab Eng Hiang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky menyatakan, memang ada potensi pemain pelatnas untuk bermain rangkap. Secara individu, mereka memiliki hal tersebut.

”Untuk program ini, saya masih diskusi secara mendalam dulu dengan para pelatih. Harapannya, para pemain muda ini bisa bermain rangkap agar kemampuan individunya juga meningkat,” kata Rionny.



Kesimpulan
Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan perihal seputar dunia olahraga dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Soal Kans Main Rangkap, Apriyani Rahayu: Bisa Dipikirkan Lain Waktu Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts