Rudy Kurniawan, WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi AS – AEOmedia

  • Whatsapp
Rudy Kurniawan, WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi AS

AEOmedia.com: Rudy Kurniawan, WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi AS, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Rudy Kurniawan, WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi AS, Kami merangkum informasi terbaru dari mancanegara ini dari berbagai sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami dengan judul Rudy Kurniawan, WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi AS.

– – Seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama Rudy Kurniawan,44, dideportasi dari Amerika Serikat. Rudy dipulangkan Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi (ICE) AS setelah menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun.

Read More

Rudy tinggal secara ilegal di AS selama bertahun-tahun dan memalsukan wine. Dia adalah orang pertama di AS yang diadili dan dihukum karena menjual anggur palsu. ’’Dia adalah ancaman keamanan publik karena kejahatannya yang sangat parah,’’ bunyi pernyataan ICE Selasa (13/4) seperti dikutip Associated Press.

Baca :  WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi dari Amerika Serikat - AEOmedia

Pria dengan nama lahir Zhen Wang Huang itu dideportasi pekan lalu. Dia naik penerbangan komersial dari Bandara Internasional Fort Worth, Dallas, menuju Jakarta. New York Post November lalu melaporkan bahwa Rudy tak mau diberi tiket gratis untuk proses deportasinya. Dia takut diberi kursi yang terburuk. Karena itu, dia mengajukan diri membeli sendiri tiket first class untuk kepulangannya.

Rudy terbilang fenomenal, tapi dalam kisah yang buruk. Kisah penipuannya sampai masuk film dokumenter Netflix pada 2016. Judulnya Sour Grapes. Maret tahun lalu, sepak terjangnya juga diunggah di serial kriminal The Con milik ABC.

Rudy datang ke AS dengan visa pelajar pada 1990-an. Dia mencoba mencari suaka politik, tapi tidak berhasil. Pada 2003, dia diminta untuk meninggalkan AS secara sukarela. Tapi, Rudy diam-diam memilih tinggal secara ilegal. Pada tahun yang sama, dia mulai membeli dan menjual anggur langka.

Baca :  WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi dari Amerika Serikat - AEOmedia

Dia mulai menggelar acara pencicipan anggur secara personal untuk menarik para kolektor. Rudy mengaku punya uang untuk membeli deretan wine langka tersebut karena keluarganya sukses dalam bisnis. Versi Associated Press, keluarganya di Indonesia adalah distributor bir.

Rudy mulai terkenal di kalangan kolektor anggur karena kemampuannya. Dia dijuluki Dr Conti karena kecintaannya pada wine Burgundy dari Domaine de la Romanée-Conti. Rudy mulai menjual dan melelang koleksi anggurnya dengan harga yang fantastis. Namun, anggur tua kian sulit didapat. Rudy pun memutuskan untuk membuat sendiri.

Baca juga: Dipekerjakan Tak Manusiawi, KBRI Antananarivo Pulangkan 7 Orang WNI

Rudy mengoplos anggur di dapur rumahnya di Arcadia, California. Dia mencampur wine tua dari Prancis dengan wine baru dari AS yang berasal dari varietas anggur yang sama. Dia memakai botol-botol bekas miliknya dan melabeli ulang. Dia berhasil membodohi kritikus anggur dan para kolektor. Pengusaha realestat Michael Fascitelli bahkan membeli Burgundy, Romanee-Conti, vintage 1971 dengan harga USD 85 ribu atau setara Rp 1,2 miliar. Itu mungkin wine palsu termahal yang pernah terjual. Pengusaha William Koch bahkan membayar USD 2,1 juta (Rp 30,68 miliar) untuk membeli 219 anggur yang ternyata palsu.

Baca :  WNI Raja Pemalsu Anggur Dideportasi dari Amerika Serikat - AEOmedia

Keserakahan Rudy perlahan-lahan terkuak. Orang-orang mulai curiga karena Rudy tampak begitu mudah mendapatkan wine langka. Beberapa lelang anggur yang digelarnya gagal karena anggurnya terbukti palsu. FBI akhirnya menggeledah rumahnya pada 2012. Ditemukan tutup botol anggur, label, dan berbagai peralatan lainnya di rumah Rudy. Pada 2013, Pengadilan Federal New York menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Dia bebas November tahun lalu, tapi ditahan di penjara imigrasi sebelum akhirnya dideportasi.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts