Kehilangan Penciuman Saat Kena Covid-19, Dokter: Bisa Sembuh Sendiri – AEOmedia

  • Whatsapp
Kehilangan Penciuman Saat Kena Covid-19, Dokter: Bisa Sembuh Sendiri

AEOmedia.com: Kehilangan Penciuman Saat Kena Covid-19, Dokter: Bisa Sembuh Sendiri, beraneka ragam berita hidup sehat memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Kehilangan Penciuman Saat Kena Covid-19, Dokter: Bisa Sembuh Sendiri.

– Sebagian pasien Covid-19 mengeluhkan gejala kehilangan kemampuan mencium bau dan rasa pada indra penciuman mereka. Sisa gejala yang disebut anosmia ini bahkan masih bisa timbul sekalipun pasien sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Read More

Laporan Science Times menyarankan pasien melatih penciuman dengan beberapa aroma wewangian. Cara itu dinilai lebih efekti dibandingkan obat. Benarkah demikian?

Baca :  Pasien Covid-19 Melonjak, RSD Wisma Atlet Seminggu Lagi Bisa Penuh - AEOmedia

Ahli Spesialis Paru atau Pulmonolog dari RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dr. Efriadi menjelaskan melatih penciuman memang bisa membantu. Namun sebetulnya anosmia, kata dia, akan pulih dengan sendirinya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Apa Gejala yang Dialami Pasien Saat ke RS?

“Tidak ada tips khusus Insya Allah pulih sendiri,” katanya kepada -, Minggu (13/6).

Hanya saja ia mengingatkan agar pasien yang mencoba melatih penciumannya dengan berbagai wewangian, bisa saja terkena alergi. Sebab tak semua orang bisa mencium aroma berbeda.

“Bisa membantu (melatih penciuman). Akan tetapi hati-hati dengan yang punya alergi. Alergi dengan zat-zat tersebut yang dilatih untuk penciuman,” jelasnya.

“Intinya jangan panik dan stres. (Pasien yang datang) kehilangan penciuman paling sering,” jelasnya.

Sebelumnya laporan dari Science Times, Ahli Kesehatan Dr. Toby Steele dari UC Davis Health baru-baru ini bekerja dengan sesama anggota fakultasnya yang meliputi profesor Qizhi Gong, PhD, antara lain untuk mengidentifikasi pengobatan untuk anosmia atau kehilangan indra penciuman pada penumpang jarak jauh Covid-19. Caranya melalui pelatihan penciuman.

Baca :  Kenaikan Kasus Covid-19 Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II - AEOmedia

Laporan WFLA-TV menyebutkan, sejauh ini, Steele telah mengamati hasil yang menguntungkan dengan metode yang menangani dua mekanisme berbeda di mana pasien Covid-19 dapat kehilangan indra penciumannya. Mekanisme ini termasuk memperbaiki jalur saraf. Covid-19 sebagian besar cenderung menghambat reseptor penciuman di rongga hidung. Masalah yang mempengaruhi yang disebutkan terakhir di sisi lain, menghambat kemampuan otak untuk mengenali sinyal dari reseptor tersebut.

Pertama, sang profesor menyarankan untuk membeli 4 minyak esensial yang berbeda secara khusus. Apa saja aromanya? Yakni mawar, cengkeh, kayu putih dan lemon. Cobalah mencium minyak itu masing-masing selama 10 detik dua kali setiap hari.

Profesor Steele mengatakan untuk mengidentifikasi bau maka individu ini memberi tahu otaknya, apa yang dia cium adalah mawar dan dia mencoba membangun kembali koneksi saraf tertentu. Ia menjelaskan hal ini dengan mengutip penelitian yang menunjukkan 30 hingga 40 persen pasien yang mempraktikkan metode ini memulihkan indra penciumannya dalam waktu tiga hingga enam bulan.

Baca :  Anak Usia 12–17 Tahun Segera Divaksinasi Covid-19 - AEOmedia

Selain melatih penciuman, Steele menggabungkan perawatan ini dengan obat kumur hidung yang mengandung resep anti-inflamasi yang disebut Budesonide. Bersama-sama, kedua pendekatan mengarah pada pemulihan yang jauh lebih baik, dengan penelitian menunjukkan 40 atau 50 persen pasien menunjukkan peningkatan sembuh 3 hingga 6 bulan.

Kesimpulan
Dari sedikit berita di atas semoga memberikan tambahan pengetahuan seputar dunia cara sehat dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Kehilangan Penciuman Saat Kena Covid-19, Dokter: Bisa Sembuh Sendiri Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts