Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali – AEOmedia

  • Whatsapp
Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali

AEOmedia.com: Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali, beraneka ragam portal sehat bersama memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas, dan uniknya lagi selalu ada hal baru di dalam dunia olahraga, maka dari itu AEOmedia.com Akan membahas yang sedang unik di perbincangkan yaitu Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali.

– Jika sudah terinfeksi Covid-19, penyintas jangan yakin dulu bahwa dirinya aman karena memiliki antibodi. Sebab tak sedikit dari mereka yang terkena infeksi ulang.

Read More

Dilansir dari Science Times, Senin (19/4), sebuah penelitian terbaru, berjudul ‘Sars-Cov-2 Seropositif dan Risiko Infeksi Selanjutnya pada Dewasa Muda yang Sehat: Studi Kelompok Prospektif’ menyatakan bahwa kekebalan tubuh akan infeksi ulang tidak dijamin. Sebab, Covid-19 bisa menginfeksi dua kali berdasarkan analisis pengamatan terhadap lebih dari 3 ribu rekrutan Marinir AS. Tapi, meski bisa reinfeksi, mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki risiko infeksi yang lebih rendah.

Baca :  Seluruh Pekerja Jalani Tes Covid-19, Bandara Changi Ditutup 2 Pekan - AEOmedia

Selama periode pengamatan enam minggu, sekitar 10 persen rekrutan yang sebelumnya kena Covid-19 justru  terinfeksi kembali. Orang yang direkrut yang tidak pernah terkontaminasi sebelumnya dinyatakan positif 50 persen selama penelitian.

Baca Juga: Ahli: Penyintas Covid-19 Bisa Disuntik Sinovac Usai 2 Minggu Sembuh

Penulis penelitian percaya bahwa kondisi hidup yang sempit di pangkalan militer menyebabkan tingkat infeksi keseluruhan yang lebih tinggi. Risiko infeksi ulang meluas ke semua orang muda.

Antibodi Memberikan Perlindungan?

Sekitar 189 subjek terutama pria muda berusia antara 18 dan 20 tahun memiliki seropositif. Artinya mereka telah terinfeksi virus Korona dan memiliki antibodi di dalam darahnya.

Kebanyakan orang memiliki respons antibodi terhadap infeksi. Sistem kekebalan menciptakan protein untuk memerangi penyusup tertentu jika mereka kembali. Sementara antibodi dapat berkurang dalam beberapa bulan setelah infeksi, sistem kekebalan memiliki pertahanan lain.

Baca :  Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Mengecil, PDB Triwulan I -0,74 Persen - AEOmedia

Seorang dokter penyakit menular dan peneliti utama studi tersebut Komandan Andrew Letizia mengatakan, tim tersebut mengukur antibodi sebagai bukti infeksi sebelumnya. Mereka yang telah sakit dan belum pernah terinfeksi ulang, memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah. Sedangkan mereka yang sebelumnya pernah sakit tetapi pernah terinfeksi ulang, memiliki tingkat antibodi lebih tinggi.

Sedangkan, Profesor Stuart Sealfon dari Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York, dan penulis senior laporan Korps Marinir AS, menggarisbawahi bahwa penyintas muda itu akan tertular virus lagi dan masih menularkannya kepada orang lain meskipun sebelumnya telah terinfeksi. Kekebalan tidak dijamin oleh infeksi di masa lalu.

“Vaksinasi memberikan perlindungan tambahan masih diperlukan bagi mereka yang pernah menderita Covid-19,” kata Prof Sealfon.

Baca :  Penularan Covid-19 Melonjak, Malaysia Kembali Berlakukan Lockdown - AEOmedia

Reinfeksi Sekitar Seperlima

Setelah Infeksi Covid-19, sekitar sekitar 80 persen orang bisa mendapatkan kekebalan perlindungan setelah enam bulan, menurut sebuah penelitian di Denmark terhadap 4 juta orang. Artinya ada risiko 20 persen atau seperlima orang bisa terinfeksi dua kali. Sedangkan sebuah studi di Denmar mengatakan bahwa hanya 47 persen lansia yang terlindungi dari infeksi ulang atau separuhnya masih berisiko terkena Covid-19 dua kali.

Kesimpulan
Dari sedikit berita di atas semoga memberikan tambahan mengenai seputar dunia sehat bersama dari seluruh dunia. Semoga artikel yang membahas Penelitian: Seperlima Penyintas Muda Bisa Tertular Covid-19 Dua Kali Ini menjadikan anda makin tertarik

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts