Daihatsu Sayangkan Banyak Pihak Salah Mengartikan PPnBM Nol Persen

0
32
ppnbm nol persen

AEOMedia.com – Jakarta – Banyak Pihak terutama Influenser atau penggiat social media kurang memahami aturan PPnBM 0%. Akibatnya banyak beredar hitung-hitungan yang salah dalam menentukan PPnBM itu. Daihatsu menyayangkan kejadian ini bisa menyesatkan masyarakat dengan informasi yang keliru.

Daihatsu terang-terangan menyindir influencer tanah air yang melakukan simulasi penghitungan penurunan harga mobil baru setelah terkena aturan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 0%. Menurut Daihatsu, ada beberapa hal yang harus diluruskan, khususnya harga mobil baru segmen LCGC.

“Ada beberapa reviewer yang menghitung dan salah. Misalnya, mereka menghitung untuk LCGC PPnBM-nya 3%, jadi ada relaksasi 3%. Padahal saat ini LCGC dan low commercial seperti pikap dan blind van itu (sudah) 0%. (Padahal) dia banyak banget follower-nya dan disebar-sebarin (informasinya). Itu salah hitungannya,” terang Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, dalam konferensi virtual, Jumat (19/2/2021).

Baca :  Setelah Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Baru Naik 140 Persen - AEOmedia

Lanjut Amel menjelaskan, beberapa model yang masuk dalam skema relaksasi PPnBM 0 persen tersebut antara lain Xenia, Terios, Luxio, lalu minibus seperti Granmax. Sementara untuk Sirion, Ayla, Sigra, pikap, dan blind van tidak ada bedanya jika membeli bulan sekarang, Maret, dan seterusnya lantaran PPnBM-nya sudah memang sudah 0%.

Daihatsu sendiri memang belum secara resmi merilis informasi mengenai penurunan harga jual mobil setelah terdampak relaksasi PPnBM nol persen itu.

“Saya maaf sekali belum bisa menyampaikan angkanya, karena apa? Kita harus memperhatikan dulu juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis) dulu. Kalau kami mengeluarkan angkanya sekarang, kami khawatir akan melewati daripada yang seharusnya. Jadi mohon bersabar, nanti pada waktunya, mungkin minggu depan sudah bisa kita bisa rilis, kira-kira berapa penurunan dari model-model yang terkena dampak relaksasi, khususnya di model Daihatsu ini,” bilang Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso dalam kesempatan yang sama.

Baca :  Penjualan Mobil di Indonesia Paling Tinggi Penurunannya di ASEAN - AEOmedia

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian telah menyetujui relaksasi pajak mobil baru untuk menggerakkan perekonomian di tengah pandemi virus Corona. Mulai bulan Maret 2021, mobil-mobil baru dengan kapasitas mesin kurang dari 1.500 cc, berpenggerak dua roda atau 4×2, juga sedan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc, akan mendapatkan PPnBM 0% selama 3 bulan (Maret-Mei 2021).

Pemberian insentif ini dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, di mana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan. Tahap pertama akan diberikan insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif atau PPnBM 0 persen. Kemudian diikuti insentif PPnBM sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua. Dan pada tahap ketiga pemerintah berikan insentif PPnBM 25% dari tarif.

Baca :  Jangan Beli Mobil Sekarang, Tunggu 1 Maret 2021 Mobil dan Motor Baru DP 0%

Daihatsu menghimbau untuk lebih berhati-hati mempercayai hitung-hitungan yang dilakukan para influenser tersebut, karena itu bisa menyesatkan dan berujung kecewa ketika sampai di dealer saat akan membeli mobil baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here