Kondisi Pariwisata Bali Mulai Bangkit di Masa Pandemi Covid-19 – AEOmedia

  • Whatsapp
Jawapos

AEOmedia.com: Kondisi Pariwisata Bali Mulai Bangkit di Masa Pandemi Covid-19, beraneka ragam berita tempat makan sambil berwisata memang tidak akan pernah ada habisnya jika di bahas,Yuk lihat: Kondisi Pariwisata Bali Mulai Bangkit di Masa Pandemi Covid-19.

– – Pariwisata merupakan sektor yang terpukul akibat pandemi Covid-19. Akan tetapi, seiring dengan waktu dan protokol kesehatan yang ketat, kunjungan wisatawan domestik ke suatu daerah pun mulai meningkat.

Read More

Seperti yang terjadi di Bali, – dalam kunjungannya bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), berkesempatan melihat kondisi lokasi wisata di Bali. Mulai dari Konservasi Penyu, Sawah Terasering Jatiluwih, Pura Ulun Danu Beratan, Kebun Raya Bali, Pura Taman Ayun, Pantai Tanjung Benoa serta Konservasi Mangrove.

Baca :  Sandiaga Beberkan Strategi Bangkitkan Sektor Parekraf - AEOmedia

Di semua lokasi wisata tersebut, penerapan protokol kesehatan sudah sangat baik. Di mana para pengelola sendiri telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti tempat cuci tangan, cek suhu tubuh, begitu juga dengan para petugas yang menggunakan masker atau face shield untuk meminimalisir penyebaran virus di tempat wisata.

Contohnya di Pura Ulun Danu, para wisatawan sebelum masuk diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, setelahnya akan di cek suhu tubuh menggunakan thermogun dan tentunya wajib memakai masker. Di tempat pembelian tiket juga telah di atur batas antriannya untuk menghindari adanya kontak fisik antar pengunjung.

Kebun Raya Bali pun juga sama, penerapan protokol yang ketat juga diiringi dengan kesadaran pengunjung menerapkan protokol kesehatan. Kebun botani yang didirikan tahun 1959 oleh putra bangsa ini pun, semakin lama mulai diminati oleh pengunjung.

Baca :  Vaksinasi Berjalan, Bill Gates Prediksi Dunia Kembali Normal pada 2022 - AEOmedia

Destinasi wisata ini memiliki suasana yang sejuk seperti di pegunungan, lingkungan hijau serta beberapa fasilitas yang bisa dipakai seperti sepeda dan mobil buggy untuk mengelilingi lahan seluas 157,5 hektar tersebut. Selain itu juga diterapkan sistem pembelian tiket secara online untuk memudahkan calon pengunjung berwisata.

Baca juga: Bangkitnya Pariwisata Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Bangsa

“Sudah agak membaik (pengunjung) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau hand sanitizer. Saat ini pengunjung domestik yang kebanyakan berkunjung. Buka itu weekend dari 7 pagi sampai 5 sore. Weekday dari jam 7.30 sampai 5 sore,” terang Tour Guide Kebun Raya Bali Ni Wayan Sumiasih di lokasi.

Terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang merata di semua lokasi, seperti tempat wisata Konservasi Penyu, nantinya para pengunjung akan diberikan edukasi soal budaya penyu di Bali. Di mana untuk Bali sendiri, biasanya penyu digunakan untuk persembahan upacara dan setelahnya dikonsumsi.

Baca :  Remehkan Covid-19, Penanganan Pandemi Buruk, Presiden Brasil Diperiksa - AEOmedia

Namun, karena penyu merupakan hewan yang dilindungi, maka pemerintah mulai melarang untuk mengambil penyu di lautan dan harus melalui tempat konservasi yang berlokasi di Kelurahan Serangan, Bali, dengan syarat surat rekomendasi dari pihak terkait untuk melaksanakan adat. Penyu yang diberikan untuk upacara adat ukurannya sekitar 10-15 cm.

Kemenparekraf pun terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan ketika mengunjungi lokasi wisata. Dengan harapan kunjungan wisata semakin meningkat dan perekonomian dalam negeri pun semakin membaik.

 

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts