Perhitungan waktu sahur yang baik ditempatkan di akhir, ini penjelasannya – AEOmedia

  • Whatsapp
Makan sahur

AEOmedia.com | Berita Terkini : Perhitungan waktu sahur yang baik ditempatkan di akhir, ini penjelasannya, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Perhitungan waktu sahur yang baik ditempatkan di akhir, ini penjelasannya, Kami merangkum informasi ini dari Beragam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Sahur merupakan persiapan bagi seseorang mempersiapkan energy maupun mengisi kebutuhan tubuh melalui makanan. Meski secara hukum dalam islam sahur merupakan sunnah, namun waktu melakukan sahur memiliki hikmah yang baik bagi yang melakukan.

Karena bagi setiap muslim yang melakukan atau mengerjakan perintah sahur meski sebagai sunnah, namun orang yang melakukannya akan diberikan keberkahan. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang memerintahkan setiap muslim untuk sahur karena penuh dengan keberkahan.

Dalam satu hadits, Rasulullah saw bersabda, عن أنس رضي الله عنه قال صلى الله عليه و سلم: “تسحروا فإن في السحور بركة” (رواه الشيخان)

Artinya, diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan.” (HR Syaikhani)

Ilustrasi makan sahur ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp.

Dalam hadits lain dijelaskan jika orang yang menjalankan sahur akan mendapatkan keberkahan dibanding orang yang tidak melakukan sahur di pagi hari.

Dalam hadits lain, sahur lebih dianjurkan untuk dilakukan di penghujung malam menjelang imsak. Mencermati hadits di atas.

Dalam kitab Is’afu Ahl al-Iman bi Wadza’if Syahri Ramadhan (hal. 59-60), Syekh Hasan al-Masyath menjelaskan secara logis dan sistematis hikmah di balik kesunnahan sahur tersebut.

Inilah yang dimaksud dengan ‘memperoleh keberkahan’ sebagaimana hadits di atas. Menurutnya, Rasulullah saw telah menganjurkan sahur, dan sebagai sunahnya, umat Islam pun mengikutinya.

Hasil Liga Spanyol: Atletico Cuma Imbang, Peluang Juara Terbuka Lebar Bagi Real Madrid dan Barcelona!
Makan Sahur Foto: Antara

Andai saja Rasulullah saw tidak sahur, umatnya pun akan demikian karena menganggap ‘tidak sahur’ sebagai sunahnya.

Tapi, Nabi mengerti bahwa sahur merupakan bentuk kasih sayang terhadap umatnya, sehingga beliau melakukannya dan dijadikan anjuran bagi orang yang hendak berpuasa.

Dengan sahur, maka seorang hamba akan lebih memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas pada siang hari. Jangan sampai bulan Ramadhan yang banyak dianjurkan ibadah, justru disia-siakan begitu saja karena seharian tubuh lemas sebab tidak sahur di malam harinya.

Penjelasan sahur di akhir waktu  

Lalu, mengapa sahur kemudian lebih dianjurkan untuk diakhirkan? Tidak di tengah malam saja. Tengah malam adalah saat kebanyakan orang dalam keadaan tidur pulas.

Jika waktu utama sahur diberlakukan saat itu, khawatir sedikit orang yang bisa memperolehnya karena rasa kantuk yang begitu berat.

Alasan lain mengapa sahur lebih utama diakhirkan adalah karena dengan begitu, orang yang selesai sahur akan menunggu waktu subuh tiba.

Saat-saat menunggu subuh itulah bisa digunakan untuk beribadah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an atau pun zikir lainnya.

Sahur bersama Foto: Antara

Dengan kata lain, pengakhiran sahur adalah upaya agar kita bisa beribadah di waktu sepertiga malam. Waktu paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah swt. Terlebih untuk meraih malam lailatul qadar.

Bahkan, secara khusus, Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya menuliskan satu bab yang membahas tentang orang yang sahur dan tidak tidur sampai tiba waktu shalat subuh.

Salah satunya adalah hadis yang mengisahkan Sahl bin Sa’d berikut, حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ عَنْ أَخِيهِ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ أَنَّهُ سَمِعَ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ يَقُولُ كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي   أَهْلِي ثُمَّ يَكُونُ سُرْعَةٌ بِي أَنْ أُدْرِكَ صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Artinya, Telah menceritakan kepada kami, Isma’il bin Abu Uwais, dari Saudaranya, dari Sulaiman, dari Abu Hazm, bahwa dia mendengar Sahl bin Sa’d berkata,

“Suatu kali aku pernah makan sahur bersama keluargaku, kemudian aku bersegera agar dapat melaksanakan shalat Subuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”  Alasan lain mengapa orang yang sahur akan memperoleh keberkahan adalah, makanan sahur tidak akan dihisab oleh Allah swt.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts