Pigai: Pak Jokowi! musuh dan masalahmu banyak, dukung Prabowo paling aman – Viral & Trending – AEOmedia

  • Whatsapp
Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai

AEOmedia.com | Berita Terkini : Pigai: Pak Jokowi! musuh dan masalahmu banyak, dukung Prabowo paling aman – Viral & Trending, pada kesempatan kali ini AEOmedia akan membahas topik lain yaitu tentang Pigai: Pak Jokowi! musuh dan masalahmu banyak, dukung Prabowo paling aman – Viral & Trending, Kami merangkum berita ini dari beraneka macam sumber untuk kami sajikan ke pengunjung setia kami.

Isu Jokowi Prabowo sedang hangat-hangatnya. Nah aktivis kemanusiaan Natalius Pigai menyarankan bukan Jokowi Prabowo, tapi sebaliknya Jokowi biar aman itu ya dukung Prabowo maju 2024. Alasannya Prabowo itu tak dendam apalagi benci musuh politik kok.

Pigai menilai dengan mendukung Prabowo di 2024, maka Jokowi nanti tak akan dipusingkan dengan masalah selepas lengser lho. Maksudnya gimana ya Sobat Hopers?

Jokowi paling aman ya dukung Prabowo

Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai. Foto Twitter @NataliusPigai2

Natalius Pigai punya saran ke Jokowi biar mulus setelah 2024. Untuk kebaikan Jokowi dari jeratan sekelilingnya, Pigai blak-blakan paling pas ya Jokowi itu dukung Prabowo maju di 2024.

Mantan Komisioner Komnas HAM itu menilai salah satu keuntungan Jokowi dukung Prabowo di 2024, adalah JOkowi bisa aman dari kejaran masalah selama dia menjabat sebagai Presiden gitu lho. Apalagi Prabowo setahu Pigai adalah bukan tipe politikus pendendam.

“Saran Sy: Pak Jokowi paling aman dukung Prabowo di 2024. Prabowo politikus yg fair & tdk pernah dendam, benci lawan politik,” tulis Pigai dikutip dari cuitan akun Twiternya, Senin 21 Juni 2021.

Pigai menyarankan demikian, sebab dia tahu borok Jokowi. Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu banyak problem sehingga rawan dia tersangkut masalah selepas tidak menjabat Presiden. Makanya untuk cari aman lebih baik ya dukung Prabowo aja di Pilpres 2024.

“Saya biasa tangani kasus jd Sy tahu Jokowi & kel punya banyak masalah, bisa repot saat pensiun. Musuh Pak Jokowi banyak, termasuk bunglon2 di lingkarannya,” kata Pigai.

Polemik Jokowi Prabowo 2024

Airlangga Sebut Indonesia Semakin Pulih, Ekonomi Bisa Tumbuh 5 Persen
Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka Oktober 2019. Foto Setkab.go.id/OJI

Belakangan jagat politik tanah air heboh dengan wacana Jokowi Prabowo 2024 yang bergulir terus. Salah satu semangat mendorong pasangan ini maju di Pilpres 2024 adalah supaya polarisasi tidak muncul lagi.

Pengamat politik, M Qodari santai saja menyampaikan dukungan pasangan Jokowi Prabowo pada Pilpres 2024. Alasannya pasangan ini bisa menghindarkan dari potensi munculnya polarisasi efek dari Pilpres gitu.

Qodari mengatakan mendukung Jokowi tiga periode demi menghindari polarisasi itu beda dengan Orbe Baru lho. Jangan salah, gitu kata Qodari, beda banget.

“Bencana lebih nyata itu adalah bencana polarisasi, jangan disamakan dengan Orde Baru kan di era ini tidak ada pembatasan masa jabatan. Ini kan ada (pembatasan) cuma tambah satu jabatan untuk mencegah bencana itu tadi,” jelas Qodari dalam siaran iNews, dikutip Senin 21 Juni 2021.

Qodari blak-blakan mendukung Jokowi maju lagi berpasangan dengan Prabowo, sebab menurutnya pasangan ini pas untuk formula menekan polarisasi selama dan pasca Pilpres.

“Jokowi Prabowo itu solusi pembelahan. Kita lihat bahaya 2024. Supaya jangan terbelah dan daripada terbelah-belah udah satuin aja ini,” kata dia.

Nah Qodari sudah berbulan-bulan lalu lho mendukung wacana Jokowi Prabowo maju Pilpres nanti.

Bukan tanpa dasar lho Qodari menyampaikan ide yang tak populer ini. Dalam program Kupas Tuntas tvOne Maret lalu, Qodari sudah terang mendukung Jokowi tiga periode berpasangan dengan Prabowo.

Qodari mengatakan kondisi saat ini benar-benar PR berat bagi pemimpin Indonesia ke depan. Sekarang sih masih adem ayem, lihat nanti kalau sudah masuk tahapan Pilpres bakal tensinya tinggi.

“Ada dua PR kita ini, pertama jangan sampai polarisasi yang laten ini kemudian menjadi ledakan besar. Potensi ledakan besar itu paling bisa terjadi saat Pemilu Presiden, Sekarang sih adem ayem,” kata dia dikutip dari kanal Youtube Talk Show tvOne yang tayang Maret lalu.

Soal potensi polarisasi dampak Pemilu ini bukan ngarang aja lho. Qodari mengatakan ada teori dan dasarnya yakni buku Jack Snyder berjudul From Voting to Violent. Dua hal ini ada relasinya menurut Snyder dan itu terbukti di gelaran Pilpres termutakhir Indonesia.

Kekerasan usai Pemilu itu biasanya berkaitan dengan primordialitas, isu SARA dan politik identitas. Nah Qodari memberi perumpamaan yang jelas melakui karakter buaya.

“Jadi SARA, politik identitas ini seperti buaya. Kalau airnya tenang itu bukan berarti dia nggak ada. Ada tapi kayak kayu. Dalam situasi sekarang ini buayanya diam di bawah permukaan air, tapi siap menyergap. Begitu momentumnya pas dan memungkinkan, buaya itu akan menyergap,” kata dia.


Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.
Repost for: AEOmedia.com

Related posts