7 Penyebab Bayi Berkeringat yang perlu diketahui

Meylan .DA

Pernahkah Anda melihat si kecil tampaknya berkeringat lebih dari biasanya? Mungkin saat tidur siang atau setelah sesi bermain yang ceria, Anda perhatikan rambut halus di kepalanya sedikit basah oleh keringat. Ini bisa membuat seorang orangtua bertanya-tanya, “Apakah normal bagi bayi untuk berkeringat?” Jawabannya adalah ya, bayi memang berkeringat dan ada berbagai alasan sehat mengapa hal ini terjadi. Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang bisa menyebabkan bayi berkeringat, kapan Anda harus merasa tenang, dan kapan mungkin saatnya untuk berbicara dengan dokter.

Penyebab Bayi Berkeringat

1. Proses Alami Berkeringat / Termoregulasi

Mari kita bahas ‘termoregulasi’, yang secara sederhana adalah cara tubuh mengontrol suhu tubuhnya. Untuk bayi, sistem ini masih berkembang, tapi mereka punya triknya sendiri untuk tetap adem atau hangat.

Pada bayi, sistem pengaturan suhu bekerja lewat beberapa cara, termasuk melalui keringat. Sama seperti kita, ketika si kecil merasa panas, tubuhnya langsung bereaksi.

Kelenjar keringatnya mulai bekerja, melepaskan keringat yang sejuk dan pada akhirnya menyejukkan kulitnya. Ini alasan mengapa ketika cuaca panas atau setelah bermain, Anda mungkin menemukan si kecil sedikit basah karena berkeringat.

Namun, ada perbedaan penting antara termoregulasi pada bayi dengan orang dewasa. Kelenjar keringat bayi tidak seefisien milik orang dewasa. Itu artinya bayi mungkin lebih cepat berkeringat dalam suhu yang sama dengan orang dewasa.

Suhu ideal untuk kamar bayi adalah sekitar 18 hingga 20 derajat Celcius. Ini adalah zona nyaman di mana bayi bisa tidur tanpa harus berkeringat terlalu banyak atau merasa terlalu dingin.

Dan ingat, layering adalah kuncinya. Menggunakan lapisan pakaian yang bisa dengan mudah ditambah atau dikurangi memungkinkan Anda menyesuaikan dengan cepat jika si kecil tampak tidak nyaman.

2. Pakaian Tebal Atau Tipis Tetep Berkeringat

Pada bayi, pusat pengaturan suhu tubuh mereka, yang ada di otak, belum berkembang penuh. Ini artinya, mereka belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan suhu secepat orang dewasa.

Jadi, ketika suhu di ruangan agak panas, atau mereka pakai baju terlalu tebal, mereka bisa jadi kepanasan dan mulai mengeluarkan keringat.

Nah, sebagai orang tua, kita harus jadi detektif cilik yang handal nih. Kita harus perhatikan tanda-tanda kapan mereka kepanasan. Misalnya, mereka merah atau kelihatan gelisah.

Juga, kita jadi tahu pentingnya memilih baju yang tepat untuk mereka, baju yang bisa ‘bernafas’, yang terbuat dari bahan katun yang nyaman dan menyerap keringat.

Ingat juga, suhu ruangan yang ideal untuk bayi itu sekitar 20-22 derajat Celsius. Jadi, kalau bisa, atur AC atau kipas angin agar suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman. Dan jangan lupa, dehidrasi bisa bikin mereka berkeringat lebih, jadi pastikan bayi Anda selalu terhidrasi dengan baik, yah!

3. Bayi Berkeringat Saat Tidur

bayi berkeringat saat tidur

Bayi yang berkeringat saat tidur dimalam hari itu bisa jadi karena berbagai sebab. Misalnya, mereka dalam fase REM (Rapid Eye Movement) tidur yang aktif, di mana bayi mimpi dan otak mereka super aktif. Ini bisa bikin suhu tubuh mereka naik dan akhirnya, ya, berkeringat.

Namun, kalau ini terjadi terus menerus dan ditemani gejala lain seperti susah bernapas atau tidur nggak tenang, ini mungkin bukan cuma soal mimpi buruk. Bisa jadi ada kondisi medis yang perlu di-check. Sleep apnea pada bayi itu langka, tapi bisa terjadi dan bikin bayi berkeringat karena mereka berusaha keras untuk bernapas.

Oke, jadi yang harus dilakukan apa? Pertama, pastikan lingkungan tidurnya nyaman. Pake pakaian tidur yang nyaman dan sesuai dengan suhu ruangan.

Kedua, monitor pola tidurnya. Apakah dia berkeringat setiap malam atau hanya sesekali? Ketiga, jangan panik. Stay cool dan observasi dengan teliti. Kalau si kecil berkeringat tapi tetap ceria, aktif, dan makan dengan baik, mungkin nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca juga Perkembangan Bayi Prematur dari 1 minggu – 2 Tahun

4. Kondisi Kesehatan dan Keringat Bayi

Sebagian besar waktu, keringat itu tidak ada apa-apanya. Tapi, ada kondisi tertentu yang membuat bayi berkeringat lebih dari biasanya, dan beberapa di antaranya memang perlu diperhatikan.

Contohnya adalah infeksi. Kita semua pernah mengalami demam yang membuat kita berkeringat saat tubuh berusaha menurunkan suhu. Bayi juga sama. Jadi, jika si kecil berkeringat disertai dengan gejala lain seperti rewel, bayi batuk pilek, tidak mau makan, atau suhu tubuhnya tinggi, segera hubungi dokter.

Kemudian, ada kondisi jantung bawaan yang juga bisa menyebabkan bayi berkeringat lebih, terutama saat menyusui. Ini karena jantung yang bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Jika Anda melihat keringat berlebihan disertai dengan gejala seperti sulit bernapas, pucat, atau masalah dalam tumbuh kembang, waktunya konsultasi dengan dokter.

Masalah pada saluran napas seperti pilek atau infeksi saluran napas juga bisa membuat bayi menjadi lebih berkeringat karena usaha ekstra yang diperlukan untuk bernapas. Nah, jangan lupa juga bahwa bayi yang berkeringat bisa jadi karena suhu ruangan yang terlalu hangat atau terlalu banyak lapisan pakaian. Cek dan sesuaikan terus, ya!

5. Terjadi Infeksi atau Penyakit

Jadi gini, bayi yang tiba-tiba berkeringat banyak, terutama di saat mereka tidur, bisa jadi mereka lagi berjuang melawan infeksi.

Tubuh mereka, dengan semua kecerdikannya, meningkatkan suhu untuk melawan kuman. Ini sering kali disertai demam. Nah, keringat ini adalah cara tubuhnya buat mendinginkan diri.

Tapi, bukan berarti setiap keringat itu pertanda jelek ya. Bayi juga bisa berkeringat karena saat imunisasi yang baru saja mereka dapat. Itu normal dan sebagian dari proses tubuh mereka buat adaptasi dengan vaksin tersebut.

Tapi, kalau kamu merasa ada yang nggak biasa dengan pola keringat bayi kamu, atau mungkin ada gejala lain seperti rewel yang nggak biasa, atau nafsu makan yang menurun, itu waktunya buat ajak si kecil ke dokter. Kita nggak mau ambil risiko, dong, soal kesehatan buah hati kita.

6. Sebagai Tanda Peringatan Penyakit Tertentu

Pertama, jika keringatnya disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Misalnya, bayi jadi terlihat sesak atau napasnya cepat, atau mungkin dia jadi pucat dan terlihat lemah. Ini bisa jadi pertanda masalah serius seperti infeksi atau kondisi jantung, dan perlu penanganan dokter.

Kedua, jika bayi berkeringat dingin, khususnya di telapak tangan dan kaki, tanpa alasan yang jelas. Ini bisa jadi tanda ketidaknyamanan atau stress, atau kadang kondisi medis tertentu. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter jika Anda merasa ada yang aneh.

Ketiga, perhatikan pola tidurnya. Bayi yang berkeringat terus-menerus saat tidur atau yang terbangun karena terlalu panas bisa jadi tanda bahwa ada sesuatu yang nggak beres. Mungkin suhu ruangan yang terlalu tinggi atau masalah kesehatan yang tersembunyi.

7. Mitos vs Fakta Bayi Berkeringat

Mitos 1: Bayi berkeringat berarti dia dalam kondisi super sehat.

Hmm, gak selalu lho. Bayi yang sehat memang kadang-kadang berkeringat, terutama kalo habis melakukan aktivitas yang lumayan buat ukuran mereka, kayak main sambil tengkurap.

Tapi, keringat yang berlebihan bisa juga jadi indikator bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, terutama kalau keringatnya itu datang tanpa sebab yang jelas.

Fakta 1: Berkeringat bisa normal, tapi juga bisa jadi tanda medis.

Yup, bayi yang berkeringat saat tidur mungkin aja karena ruangan yang kepanasan atau overdress. Tapi, kalo semuanya udah optimal dan si kecil masih berkeringat keringetan, mungkin itu saatnya buat check-up ke dokter.

Mitos 2: Kalo bayi berkeringat di kepala, berarti otaknya lagi berkembang cepat.

Well, ini mitos yang sering banget kita dengar. Keringat di kepala bayi itu sebenarnya lebih karena banyaknya kelenjar keringat di area itu, bukan indikator langsung otaknya lagi tumbuh kembang dengan kecepatan kilat.

Fakta 2: Bayi memang berkeringat lebih banyak di kepala karena itu zona keringat utama mereka.

Bayi itu punya proporsi kepala yang lebih besar dibandingkan badan mereka, jadi wajar aja kalo mereka keliatan berkeringat lebih banyak di area itu.

Mitos 3: Kalo bayi berkeringat, berarti dia kekurangan nutrisi atau dehidrasi.

Ini bisa bener, tapi juga bisa salah. Dehidrasi memang bisa bikin bayi berkeringat, tapi keringat sendiri bukanlah indikator paling akurat untuk kekurangan nutrisi atau dehidrasi. Ada banyak faktor lain yang lebih bisa diandalkan untuk ngecek kondisi dehidrasi, seperti frekuensi buang air kecil atau kondisi bibir dan mulutnya.

Fakta 3: Tanda dehidrasi itu lebih dari sekadar keringat.

Kalo Mom khawatir bayi dehidrasi, perhatiin apakah dia minum cukup, pipisnya rutin, dan liat juga apakah matanya dan mulutnya terlihat lembap atau nggak.

Nah, jadi itu dia sedikit obrolan ringan tentang keringat bayi yang bisa bikin kita sebagai orang tua baru atau bahkan yang udah berpengalaman jadi tambah aware. Dari mitos yang bikin kita cekikikan sampai fakta yang buat kita langsung mau lari ke dokter, semuanya ada tempatnya. Tapi yang terpenting, selalu ingat untuk mendengarkan insting dan intuisi kita sendiri sebagai orang tua, karena seringkali, insting kita itu nggak pernah bohong.

Dan kalo masih ragu atau punya pertanyaan lebih, jangan segan buat ngobrol sama dokter anak. Kesehatan dan kenyamanan si kecil itu priceless, dan nggak ada yang lebih menenangkan hati daripada kepastian dari profesi yang tepat. Terus, jangan lupa juga buat menikmati setiap detik dalam perjalanan parenting yang unik ini. Keringat kecil di dahi si bayi bisa jadi kenangan manis yang bakal ceritain berulang kali ketika mereka tumbuh besar nanti. Sampai jumpa di cerita parenting selanjutnya, dan semoga harimu selalu penuh dengan tawa dan cinta dari si kecil!

Artikel Terkait

Leave a Comment