Tips Supaya Ibu-Ibu Nggak Jadi Ratu Gosip dan Dalilnya

Jeje .NR

Hai, Moms! Kamu pasti pernah dengar atau bahkan terlibat dalam obrolan ibu-ibu komplek yang kadang berisi gosip-gosip seru, kan? Walaupun terasa menghibur, tapi kita semua tahu gosip bisa berdampak buruk. Nah, biar nggak terjebak jadi pusat gosip, yuk simak tips-tips berikut ini!

Tips Supaya Ibu Ibu Gak ikutan Ngosip

1. Sadari Dampak Gosip

Sebelum kita masuk ke tips lainnya, kita mesti tahu dulu nih kenapa sebaiknya kita hindari gosip. Gosip bisa merusak reputasi, meretakkan persahabatan, dan bahkan bisa jadi sumber stres. Makanya, sebelum mulut kita meluncur cepat, ingat-ingat dulu dampaknya.

2. Jadi Pendengar, Bukan Penyebar

Pas denger gosip, jadiin diri kita sebagai pendengar aja. Nggak perlu ditambah-tambah atau disebar-sebarkan. Sebagai ibu, kita harus jadi contoh yang baik, kan? Kalaupun nggak setuju, lebih baik diem aja. Biar nggak makin panas.

3. Ubah Topik Obrolan

Nah, ini dia trik jitu! Saat obrolan mulai mengarah ke gosip, coba alihkan ke topik lain yang lebih positif. Misalnya, “Eh, aku baru nemu resep kue enak nih. Mau denger?” Dengan begini, suasana bisa lebih ceria tanpa harus ngomongin orang lain.

4. Batasi Waktu Ngobrol

Mau hindari gosip? Limit aja waktu ngobrol. Misal, kalo lagi arisan atau kumpul-kumpul, tentuin durasinya. Biar nggak ada kesempatan buat mulai gosip-gosip.

5. Jauhi Zona Gosip

Setiap lingkungan pasti punya “zona gosip”. Bisa di warung kopi, taman bermain, atau di pojokan komplek. Kalau kamu memang ingin menghindari gosip, sebaiknya hindari zona-zona tersebut.

6. Punya Hobi Baru

Daripada gosip, mendingan cari hobi baru! Misalnya memasak, merajut, atau berkebun. Nggak hanya positif buat diri sendiri, tapi juga bisa jadi topik obrolan seru dengan ibu-ibu lainnya.

7. Edukasi Teman Sejawat

Kadang, teman sekitar kita nggak sadar kalau gosip itu buruk. Sebagai sahabat, kita bisa lho memberi tahu mereka. Misalnya dengan berbagi artikel atau video tentang dampak negatif gosip.

8. Jadi Pribadi yang Positif

Orang yang selalu positif biasanya nggak suka gosip. Mereka lebih suka fokus pada hal-hal baik dan membangun. Jadi, mulailah dengan menjaga pikiran dan ucapan kita selalu positif.

9. Tekankan Privasi

Kalau ada teman yang mulai curhat tapi kamu khawatir jadi bahan gosip, jangan ragu buat menekankan soal privasi. Bilang aja, “Ini rahasia ya, jangan disebar-sebarkan.” Dengan begitu, dia akan tahu kamu serius dan menghargai privasinya.

10. Ingatkan Diri Sendiri

Buat semacam mantra atau pengingat pribadi. Misal, setiap mau keluar rumah, ingatkan diri sendiri, “Hari ini aku nggak mau gosip!” Atau pas lagi ngobrol, ulang-ulang dalam hati, “Jangan gosip, jangan gosip.

Baca juga Ibu-Ibu, Kenapa Sih Suka Gosip? Yuk, Kita Bahas Bareng!

Dalil yang melarang bergosip / Ghibah

Pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa sebenarnya gosip dilarang dalam agama? Yap, bukan tanpa alasan lho. Nah, dalam artikel kali ini, kita akan bahas dalil-dalil yang melarang kita untuk bergosip. Yuk, langsung aja cus ke ulasannya!

Sebelum kita masuk ke dalil, kita tentuin dulu deh apa sih yang dimaksud dengan gosip. Secara sederhana, gosip itu bicara di belakang orang lain dengan hal yang nggak disukai orang tersebut. Jadi, kalau kamu ngomongin seseorang dengan hal yang dia nggak suka dan dia nggak tahu, itu namanya gosip. Oke, sekarang kita udah punya gambaran kan? Lanjut!

Gosip = Makan Daging Saudara Sendiri?

Wah, serem banget nggak sih bayanginnya? Tapi, dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12, disebutkan bahwa bergosip itu ibarat makan daging saudara sendiri yang sudah meninggal. Duh, nggak kebayang kan gimana rasanya? Nah, ini jadi salah satu bukti kuat kenapa kita harus jauh-jauh dari gosip.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ12

 

QS Hujurat: 12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Tanda Orang Mukmin

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa salah satu tanda orang mukmin adalah dia yang nggak ganggu tetangganya dengan ucapan dan perbuatannya. Jadi, kalo kamu nggak mau ganggu tetangga atau temen, ya nggak boleh gosip dong!

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

 

“Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Muslim)

Larangan Mendengar Gosip

Tahu nggak? Nggak cuma yang ngomong gosip aja yang salah, tapi yang dengerin pun ikut berdosa. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, disebutkan bahwa yang dengar gosip punya dosa yang sama dengan yang ngomongin. Wah, jadi kudu hati-hati nih kalo ada yang mulai ngomongin orang lain!

لما عٌرج بى مررت بقوم لهم اظفار من نحاس يخمشون وجوههم و صدورهم فقلت :من هؤلاء يا جبريل؟ قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس و يقعون فى أعراضهم.

 

“Ketika saya dimikrajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: ‘Siapakah mereka ini wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (gibah) dan melecehkan kehormatan mereka’.” (HR. Abu Daud No. 4878, sahih)

Akibat Gosip di Akhirat

Gosip nggak cuma berdampak di dunia lho, tapi juga di akhirat. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa seseorang yang suka bergosip bakal didatangi oleh malaikat di hari kiamat, lalu diberi daging busuk untuk dimakan. Serem, kan?

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim 70)

 

“Tahukah kalian apakah gibah itu?” Sahabat menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Rasulullah saw. berkata: ‘Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu’. Rasulullah saw. ditanya: ‘Bagaimanakah pendapat Anda, jika itu memang benar ada padanya?’ Rasulullah saw. menjawab: ‘Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah menggibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar berarti engkau telah berdusta di atasnya’.” (HR. Muslim)

 

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim 70)

Dalil yang Mengajak untuk Baik-baik

Ada juga dalil yang ngajak kita untuk selalu berprasangka baik sama orang lain. Jangan langsung percaya gitu aja kalo denger gosip. Di Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6, disebutkan kita harus verifikasi dulu sebelum percaya berita dari sumber yang nggak jelas.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

 

QS.Hujurat: 6. Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

Dosa yang Mudah Terlupakan

Gosip itu termasuk dosa kecil yang seringkali kita anggap remeh. Padahal, dosa kecil bisa jadi besar lho kalo dilakukan terus-menerus. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bergosip adalah salah satu dosa yang paling banyak menyebabkan orang masuk neraka. Astagfirullah!

حدثنا بشر بن محمد: أخبرنا عبد الله: أخبرنا معمر، عن همَّام بن منبه، عن أبي هريرة،

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (إياكم والظن، فإن الظن أكذب الحديث، ولا تحسسوا، ولا تجسسوا، ولا تحاسدوا، ولا

 

“Takutlah kalian akan berprasangka karena berprasangka adalah ucapan bohong besar. Janganlah kalian saling saling iri, saling meneliti kesalahan orang, saling hasut, saling membelakangi, saling bermusuhan. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Al Bukhari)

8. Balasan untuk Penggosip

Menurut hadis riwayat Imam Tirmidzi, orang yang suka menggosip bakal dikumpulkan di padang Mahsyar nanti dalam bentuk monyet atau babi. Duh, nggak mau kan jadi kayak gitu?

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانَهِ وَلَمْ يَفْضِ الإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لاَ تُؤْذُوا المُسْلِمِيْنَ وَلاَ تُعَيِّرُوا وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَّبَعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبَعِ اللهُ يَفْضَحْهُ لَهُ وَلَو في جَوْفِ رَحْلِهِ

 

“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian menjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.” (HR. At Tirmidzi)

Moms, meski gosip mungkin terasa menghibur, tapi dampaknya bisa besar loh! Yuk, kita mulai perubahan dari diri sendiri dan jadi ibu-ibu yang lebih positif. Kita kan nggak mau anak-anak kita nanti jadi pendengar atau penyebar gosip, kan? Jadi, mulai dari sekarang, yuk hindari

Artikel Terkait

Tags

Leave a Comment