Uninvolved parenting: Ciri, Dampak & Cara Mengatasi

Meylan .DA

Uninvolved parenting, atau sering disebut sebagai “tipe orangtua yang tidak terlibat,” adalah salah satu bentuk pola asuh yang mungkin kurang dikenal tetapi memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan anak. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa itu uninvolved parenting, mengapa ini penting untuk dipahami, serta dampaknya pada anak-anak.

Apa Itu Uninvolved Parenting?

Uninvolved parenting adalah pola asuh di mana orangtua memiliki keterlibatan yang sangat minimal dalam kehidupan anak-anak mereka. Mereka mungkin memberi makan dan memberikan tempat tinggal, tetapi kurangnya perhatian, dukungan emosional, dan bimbingan adalah ciri khas dari tipe orangtua ini. Uninvolved parenting seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesibukan, masalah pribadi, atau kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak-anak.

Ciri-ciri dari uninvolved parenting adalah:

1. Keterlibatan Minimal:

Orangtua yang menerapkan uninvolved parenting memiliki keterlibatan yang sangat minim dalam kehidupan anak-anak mereka. Mereka mungkin tidak aktif terlibat dalam aktivitas anak-anak, seperti pendidikan, hobi, atau kegiatan sosial mereka.

2. Kurangnya Perhatian Emosional:

Orangtua yang tidak terlibat cenderung tidak memberikan perhatian emosional yang cukup kepada anak-anak mereka. Mereka mungkin kurang dalam mengungkapkan cinta, kasih sayang, atau perhatian pada perasaan anak-anak.

3. Kurangnya Bimbingan:

Orangtua uninvolved cenderung tidak memberikan bimbingan atau arahan yang cukup kepada anak-anak mereka. Mereka mungkin tidak terlibat dalam mengajar anak-anak keterampilan sosial atau moral yang penting.

4. Tidak Responsif Terhadap Kebutuhan Anak:

Orangtua yang tidak terlibat mungkin tidak responsif terhadap kebutuhan dasar anak-anak, seperti makanan, tempat tinggal, atau perawatan kesehatan. Mereka mungkin tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan fisik anak-anak.

5. Kurangnya Komunikasi:

Komunikasi antara orangtua dan anak-anak dapat menjadi sangat terbatas dalam pola asuh ini. Anak-anak mungkin merasa sulit untuk berbicara atau berbagi perasaan dengan orangtua mereka.

6. Ketidakstabilan dalam Kehidupan Keluarga:

Pola asuh uninvolved parenting seringkali dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam kehidupan keluarga. Orangtua mungkin tidak konsisten dalam memberikan perawatan dan dukungan kepada anak-anak mereka.

7. Kurangnya Dukungan dalam Pengembangan Minat dan Bakat:

Orangtua yang tidak terlibat mungkin tidak mendukung atau mendorong anak-anak dalam pengembangan minat, bakat, atau potensi mereka. Ini dapat menghambat perkembangan anak dalam bidang-bidang tertentu.

8. Kehadiran Fisik yang Terbatas:

Meskipun orangtua yang tidak terlibat mungkin ada secara fisik, kehadiran mereka mungkin kurang dalam hal interaksi dan hubungan emosional yang sehat dengan anak-anak.

9. Terfokus pada Kebutuhan Pribadi:

Orangtua uninvolved mungkin lebih terfokus pada kebutuhan dan masalah pribadi mereka sendiri daripada kebutuhan anak-anak.

Dampaknya pada Anak:

1. Masalah Perkembangan Emosional:

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan orangtua yang tidak terlibat cenderung mengalami masalah perkembangan emosional. Mereka mungkin merasa kesepian, tidak dihargai, dan tidak memiliki dukungan yang mereka butuhkan untuk mengatasi stres dan tekanan hidup.

2. Rendahnya Kepercayaan Diri:

Kurangnya perhatian dan pengakuan dari orangtua dapat mengakibatkan rendahnya rasa percaya diri pada anak-anak. Mereka mungkin merasa tidak berarti atau tidak mampu melakukan hal-hal dengan baik.

3. Performa Akademik yang Buruk:

Anak-anak yang dibiarkan tanpa dukungan dan dorongan dari orangtua mereka cenderung memiliki performa akademik yang buruk. Mereka mungkin kehilangan motivasi untuk belajar dan merasa tidak ada yang peduli dengan prestasi mereka.

4. Perilaku Bermasalah:

Ketidakstabilan dalam pola asuh uninvolved parenting dapat menyebabkan perilaku bermasalah pada anak-anak. Mereka mungkin mencari perhatian dan dukungan dari sumber lain, seperti teman sebaya yang tidak selalu memberikan pengarahan yang positif.

5. Hubungan yang Rendah dengan Orangtua:

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan uninvolved parenting cenderung memiliki hubungan yang kurang baik dengan orangtua mereka. Mereka mungkin merasa tidak dekat dan tidak nyaman berbicara atau berbagi perasaan dengan orangtua.

Cara Mengatasi Uninvolved Parenting:

1. Kesadaran Diri:

Orangtua perlu menyadari bahwa mereka terlibat dalam uninvolved parenting dan bersedia untuk berubah. Kesadaran diri adalah langkah pertama yang krusial dalam mengatasi masalah ini.

2. Komunikasi yang Lebih Baik:

Orangtua harus meningkatkan komunikasi dengan anak-anak mereka. Ini melibatkan mendengarkan dengan baik, memberikan dukungan emosional, dan memahami perasaan serta kebutuhan anak-anak.

3. Luangkan Waktu Bersama:

Sediakan waktu untuk berkualitas bersama anak-anak. Ini bisa berupa aktivitas bersama, seperti bermain atau membaca buku bersama. Kebersamaan ini memperkuat hubungan.

4. Berikan Pujian dan Dukungan:

Berikan pujian dan dukungan kepada anak-anak saat mereka mencapai prestasi atau menghadapi tantangan. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

5. Cari Bantuan Jika Diperlukan:

Jika uninvolved parenting disebabkan oleh masalah pribadi atau kesulitan yang tidak dapat diatasi sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli atau konselor keluarga.

Kesimpulan:

Uninvolved parenting adalah tipe pola asuh yang dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak-anak. Penting bagi orangtua untuk menyadari pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan anak-anak mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. Dengan meningkatkan hubungan dan komunikasi dengan anak-anak, orangtua dapat memberikan fondasi yang kuat untuk masa depan mereka. Semoga artikel ini bermanfaat untuk memahami uninvolved parenting dan cara mengatasinya.

Artikel Terkait

Leave a Comment